Kiev (SIB)- Mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dikabarkan tertangkap, setelah sebelumnya berupaya kabur ke luar dari negaranya. Yanukovych bermaksud untuk melarikan diri setelah dirinya dilengserkan secara paksa. Menurut keterangan seorang politikus oposisi Ukraina Volodym Kurennoy, dirinya mendapatkan informasi yang belum terkonfirmasi bahwa Yanukovych tertangkap di Sevastopol, Semenanjung Crimea. Seperti dilansir Reuters, Senin (24/2), Juru Bicara Menteri Informasi dan Keamanan Crimea mengatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi semacam itu. Selama ini, bukan hanya Ukraina yang dilanda ketegangan politik. Crimea juga terjerumus dalam panasnya tensi politik setelah politisi pro-Rusia memicu protes yang mendesak otonomi dari Ukraina.Kaburnya Yanukovych dari Kiev, mengakibatkan kekosongan kepemimpinan dari pemerintahan Ukraina. Namun Rusia dan negara Uni Eropa, kevakuman kepemimpinan yang terjadi saat ini tidak akan mempengaruhi kinerja pemerintahan. Pembantu presiden, Hanna Herman, mengatakan bahwa Yanukovych harus mengadakan perjalan ke Kharkiv di wilayah timur, dekat perbatasan Rusia. Namun Yanukovych mengaku tidak berniat meninggalkan negaranya. Otoritas Ukraina mengeluarkan perintah penangkapan bagi presiden terguling Viktor Yanukovych terkait kematian para demonstran antipemerintah di ibukota Kiev. Perintah penangkapan ini dikeluarkan seiring pemerintah interim Ukraina melancarkan penyelidikan atas "pembunuhan massal" para demonstran selama aksi-aksi demo di Kiev."Penyelidikan kasus kejahatan atas pembunuhan massal warga sipil telah dimulai. Yanukovych dan sejumlah pejabat lainnya telah dimasukkan dalam daftar buronan," tutur Menteri Dalam Negeri interim Arsen Avakov dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/2).Menyusul lengsernya Presiden Viktor Yanukovych, pemerintah sementara menyatakan prioritas Ukraina adalah bergabung dengan Uni Eropa. Pejabat sementara Presiden Ukraina, Oleksandr Turchynov, mengatakan negara itu kini memusatkan upaya pada penyatuan dengan Uni Eropa.Turchynov ditunjuk sebagai kepala pemerintahan setelah lengsernya Yanukovych dalam sidang parlemen pada Sabtu (22/02). "Kita harus kembali ke pangkuan keluarga negara Eropa," kata Turchynov. Aksi protes berkepanjangan yang berbuntut krisis politik terjadi di Ukraina setelah Yanukovych menolak pakta perdagangan dengan Uni Eropa. Sementara terhadap Rusia yang mendukung Yanukovych, Turchynov mengatakan pihaknya "siap berdialog".Pernyataan ini sudah didahului oleh pengumuman Menlu Uni Eropa Catherine Ashton yang akan mengunjungi Kiev dalam upaya "mencari solusi lebih kekal untuk mengatasi krisis politik sekaligus menciptakan kestabilan ekonomi" di Ukraina, pada hari ini (24/02). Sementara Rusia yang memprotes pengalihan kekuasaan di Ukraina menolak kehadiran Ashton, serta menarik pulang duta besarnya ke Moskwa untuk berkonsultasi.Hingga saat ini pengunjuk rasa pro-Uni Eropa masih tampak mengendalikan Ibu Kota Kiev. Pihak parlemen pun dalam tekanan untuk membentuk pemerintah yang bisa berjalan dengan baik. Pihak parlemen sudah menunjuk Ketua Parlemen Oleksander Turchynov sebagai pemimpin sementara Ukraina. Turchynov akan memegang jabatan hingga pemilu berlangsung pada 25 Mei 2014. Pengkhotbah Evangelis Diangkat Jadi Presiden Interim UkrainaParlemen Ukraina, Minggu (23/2) mengangkat Oleksandr Turchynov menjadi Presiden sementara Ukraina. Dia adalah sosok yang nyaris identik dengan "posisi kedua" sepanjang kariernya. Turchynov (49) adalah politisi sekaligus pengkhotbah evangelis yang telah menulis thriller psikologi. Dia diangkat menjadi presiden sementara oleh parlemen Ukraina yang dikuasai kubu oposisi untuk menggantikan Viktor Yanukovych yang dipecat dan mengakhiri krisis yang sudah berlangsung selama tiga bulan.Oleh kubu oposisi, Turchynov yang adalah eks tangan kanan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko, dipandang sebagai tokoh kompromi dengan ambisi politik kecil dan mempunyai loyalitas tinggi terhadap pemimpin oposisi. "Dia selalu orang nomor dua, bahkan dalam partainya sendiri," ujar Balazs Jarabik, rekan senior Turchynov di Institut Pusat Kebijakan Eropa. Turchynov menjadi wakil perdana menteri bagi Tymoshenko pada kurun 2007 sampai 2010. Dia juga menjadi wakil Tymoshenko di pimpinan tertinggi Partai Batkivshchyna. Krisis di Ukraina berawal pada November 2013. Semua bermula dari keputusan Yanukovych yang membatalkan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa dan memilih menerima dana talangan 15 miliar dollar AS dari Rusia. Spontan, aksi massa menggelombang di Ukraina, dengan basis utama di Alun-alun Maidan atau Independence Square. Turchynov bertugas mengawasi pulihnya stabilitas Ukraina sampai pemilu digelar, rencananya pada 25 Mei 2014. Sebelum ditunjuk menjadi presiden sementara, Turchynov juga lebih dulu menjadi ketua parlemen. Dalam kepemimpinannya, parlemen menentukan pemilu akan digelar pada 25 Mei 2014. (AFP/R16/kps/d)