Jakarta (SIB)- Maria Eva membantah kabar yang menyebut bahwa berbadan dua karena affair dari seorang mantan kepala dinas di Parepare, Sulawesi Selatan. Menurut pedangdut berusia 35 tahun itu, suaminya berasal dari kalangan "biasa", bukan pejabat, pengusaha atau artis. "Alhamdulillah hamil sudah empat bulan. Enggak, bukan dari kalangan pejabat kok, orang biasa," tuturnya dalam wawancara seusai menjadi tamu acara televisi ShowImah TransTV di Jakarta, Kamis, (24/4).Dalam urusan politik, Maria menerima pinangan dari sejumlah partai politik yang memintanya untuk ikut dalam bursa calon wakil bupati Sidoarjo, Jawa Timur, dalam pilkada mendatang. Perempuan yang mengenakan hijab sejak tiga bulan lalu itu mengatakan bahwa pernikahannya telah dilangsungkan pada 24 Maret 2013 di Jakarta. Kini, sang suami tengah bertugas di Cirebon, Jawa Barat, sehingga mereka bertemu hanya sekali dalam seminggu. "Nikahnya itu dari 24 Maret 2013, di Jakarta, tapi sekarang lagi tugas di luar kota. Pulang kok, seminggu sekali!"Maria tidak ambil pusing soal gosip yang berseliweran di luar. "Biarin aja, mau isu, kek, mau gosip, kek, biarin aja berlalu," ujar pemain film Kesurupan Setan itu.Mengenai tawaran menjadi calon wakil bupati, semula Maria menolak tawaran tersebut lantaran merasa belum siap. Jumat, (9/4), seperti diberitakan Kompas.Com, Maria mengaku dilamar oleh petinggi salah satu partai. "Aku diminta untuk menjadi kandidat wakil bupati," ujarnya sambil mengatakan meski dilamar namun namanya tak muncul setelah partai dimaksud menggelar rapat internal. Maria tak masuk hitungan. Namun, bukan berarti peluang Maria pupus. Terjengkalnya nama Maria dalam wacana balon wakil bupati dari salah satu partai justru dimanfaatkan partai lainnya. "Sekarang aku diusung oleh partai-partai kecil. Sidoarjo jadi panas karena muncul nama aku. Kalau aku mundur, itu sudah tidak mungkin. Bola panas itu sudah bergulir, jadi harus maju terus!"Maria mengaku belum memberikan jawabannya atas pinangan tersebut. Meski demikian, ia mengaku sudah siap untuk maju. "Sampai saat ini aku belum memberikan keputusan untuk lamaran partai tersebut, tapi aku sudah melangkah!"Maria sempat menjadi pusat perhatian ketika video mesumnya dengan anggota DPR kala itu, Yahya Zaini, beredar di jaringan internet. Akibat kasus tersebut, Yahya Zaini harus mundur dari jabatannya akibat skandal tersebut. Maria mengakui, jika kelak turut dalam pilkada mendatang, ia tak mau pasang target apa pun. "Kalau tidak terpilih pun, aku enggak kecewa. Aku enggak punya obsesi untuk menjadi nomor satu. Kalau memang diminta, ya aku harus siap!" (t/r9/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.