Hari Ulos, Kembangkan Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

- Selasa, 17 Oktober 2017 20:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/10/hariansib_Hari-Ulos--Kembangkan-Industri-Kreatif-Berbasis-Kearifan-Lokal.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
MODIFIKASI ULOS: Modifikasi berbahan ulos dengan bahan etnik menjadi busana elegan yang dapat dipakai di mana saja, seperti Minggu (15/10), memaknai Hari Ulos, peserta pesta puncak perayaan Tahun Orientasi Pendidikan HKBP Sei Agul mengenakan busana etnik
Medan (SIB) -Warga Indonesia, khususnya berdarah Batak khususnya jemaat Gereja HKBP Sei Agul Medan, Minggu (15/10), memaknai Hari Ulos dengan mengembangkan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Saat mengikuti pesta puncak perayaan Tahun Orientasi Pendidikan HKBP di kompleks gereja, tak sekadar mengenakan ulos tapi menjadikan bahan sandang yang mempunyai filosofi Batak tersebut dengan menggali rupa-rupa ulos dari ragam bahan alami. "Sebagai warga Batak, kami punya tanggung jawab - tak semata menyosialisasikan ulos sebagai warisan leluhur yang dipunyai Bangso Batak - tapi menunjukkan pada publik bahwa keturunannya pun memodifikasikan ulos menjadi adibusana yang dapat digunakan di seluruh kegiatan," ujar Veronika Sitanggang didampingi sejumlah perempuan aktivis yang menjadikan ulos bahan modifikasi busana seperti Dewi Naike Nainggolan dan Pauline Sinaga.Berbusana bahan ulos, menurut master psikologi yang rutin mengadakan pendidikan moral dan karakter pada tenaga kerja Indonesia di Malaysia itu, tak hanya dilakoni kaum senior tapi orang-orang muda. "Naposo Gereja HKBP Sei Agul Jalan Gereja Medan juga memahami tugas tanggung jawabnya sebagai bagian dari Bangso Batak," tambah Veronika Sitanggang saat mendampingi Pendeta HKBP Ressort Medan IV Sei Agul Distrik X Medan - Aceh Pdt Suwandi Sinambela STh, AKBP Dr Maruli Siahaan SH MHum, Lauren Gultom, DJ Hutabarat, Suryani Siahaan, Drs Irwanto Tampubolon, Ketua NHKBP Julianty Br Aruan, Lucy Tambunan serta Jessica Nainggolan.Hal serupa diutarakan Ketua Umum Tahun Orientasi Pendidikan dan Pemberdayaan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc. "Kita di sini menginginkan warisan leluhur tak sekadar penanda tapi menjadi penguatan ekonomi. Itulah menjadi bagian dari pemberdayaan," ujar intelektual tersebut.Menurutnya, kegiatan diadakan Juni - Oktober 2017 dengan puncaknya adalah bazaar dan pengemukaan kreasi jemaat. "Selain menebalkan iman, harus memperkuat kreativitas berbasis kearifan lokal. Ulos adalah bagian dari kearifan tersebut," paparnya didampingi sekretaris St (C) Roland Silalahi, bendahara Magdalena Siregar, Pieter Sihombing, Jalil Sitohang dan Eko Panggabean.Dr Maruli Siahaan SH MHum bahkan menginginkan, generasi muda Batak tak sekadar paham tapi mengamalkan dan melakoni adat-istiadatnya.Khusus tentang ulos, yang dalam peringatan kali ini bertema Ulos Fot The World, Veronika Sitanggang optimistis bila komponen bangsa, khususnya elemen warga Batak ikut menyosialisasikan ulos maka warisan leluhur tersebut dapat menjadi penguat ekonomi. (T/R10/h)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Surat Edaran Penataan Daging Direvisi, Pedagang Medan Diminta Tenang

Hiburan

Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp 2 Triliun untuk Infrastruktur Imbas Kehilangan Fiskal

Hiburan

Sidang Vonis Anak Riza Chalid Digelar Maraton 12 Jam Hingga Pagi Buta

Hiburan

Amir Hamzah Resmikan Rumah Dinas Pendeta GBKP Binjai-Langkat

Hiburan

Polres Binjai Ringkus 11 Diduga Bandar Narkoba di 9 Lokasi

Hiburan

H Salman Alfarisi: Narkoba Tidak Bisa Lagi Ditangani Langkah Biasa, Saatnya Perang Total Tanpa Kompromi