Medan (SIB) -Memenuhi undangan khusus Eco Fashion Week Australia (EFWA) 2017 yang baru pertama dilaksanakan pada 23-26 November 2017 di Fremantle, Perth, Australia, Merdi Sihombing, perancang busana berbakat Indonesia ini akan mengangkat kain tenun ulos Batak sebagai koleksi terbarunya.Di dunia fashion, Merdi Sihombing tak pernah lelah mengangkat warisan budaya Nusantara dalam setiap koleksinya dikenal akan busana bernafaskan tenun, batik dan wastra asli Indonesia.Pada acara internasional ini, pria lulusan Institut Kesenian Jakarta jurusan Kriya Tekstil tersebut merupakan satu-satunya designer yang berada di line up Eco Fashion Week di Australia. Desainer internasional yang hadir selain desainer Australia adalah Kanada, Jerman, Italia, Spanyol, Malawi, India dan New Zealand.Diawali dengan acara media preview oleh Eco Fashion Week Australia yang diadakan, Kamis (23/11), beragam media Eco Fashion dari mancanegara hadir di Taylors Art and Coffee House, Middle Swan. Masing-masing desainer menampilkan 1 outlook dalam rangkaian preview dari acara EFWA ini. Pada acara ini Merdi Sihombing mendapatkan dukungan penuh dari Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), harian ternama di Sumatera Utara ini memberikan dukungan terhadap budaya Batak, khususnya Toba. "Siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini, kalau bukan kita, sekarang," tegas Ibu GM Intan Panggabean, Komisaris Utama SIB yang berhasil ditemui sore kemarin di Perth, sebelum kembali ke tanah air. Ny James Maja Hutapea ini pun merasa yakin bahwa hasil karya Merdi Sihombing bisa diterima di pasar global, khususnya di Australia.Hal senada yang disampaikan Ibu Netty Panggabean, Pimpinan Perusahaan SIB. "Sudah saatnya pengrajin Indonesia, khususnya Batak, memasuki jaringan pasar dunia, dan sudah terbukti pengrajin-pengrajin ini bisa bersaing melalui kreasi Merdi Sihombing di berbagai event internasional, seperti di Ferstival Sister City Jakarta-Berlin, International Biennale Nangthong, dan rangkaian World Craft Association," ujarnya lagi.Dengan kebanggaannya terhadap kekayaan yang dimiliki Indonesia, Merdi Sihombing akan menampilkan karya-karya terbaru yang terinspirasi dari warna-warna kekayaan Indonesia.Di EFWA, Merdi Sihombing menampilkan ide yang diangkat dari budaya Toba, yakni berupa warna-warni yang terdapat di alam sekitar Danau Toba. Dengan berbekal keilmuan dan perjuangan dengan masyarakat pengrajin kain tradisional, Merdi mengenal tenun tradisional dengan pendalaman beberapa aspek khusus seperti teknik pewarnaan, pengenalan bahan, membuat motif dan sebagainya. Hal tersebut, banyak memberikan pemahaman sejarah dan budaya Indonesia.Seperti di Batak ada harimontong untuk warna biru keungu-unguan, kulit pohon jabi-jabi (beringin) untuk warna coklat, dan tanaman salaon, itom, tom atau indigofera yang menghasilkan warna biru dan tersebar di wilayah Indonesia.Kain tenun ulos hasil kekayaan Indonesia pun dikembangkan menjadi produk fesyen dan kerajinan lainnya. Koleksi Merdi Sihombing diberi judul Toba (mystis dan ancxient).Tak hanya hadir untuk parade fashion koleksi terbarunya, Sihombing juga mendapat kesempatan menjadi pembicara workshop pada26 November 2017.Mimpi dari seorang Merdi Sihombing mendapat dukungan dari Bekraf untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan produk tenun dengan pewarnaan alam yang telah dibuat para pengrajin Indonesia."Eco Fashion Dunia, bisa membawa tiga pilar utama Bekraf ke depannya, yaitu peningkatan GNP, memajukan expor Indonesia dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri kreatif," ujar Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia pada saat audiensi beberapa waktu lalu. (A13/h)