Google Doodle Rayakan Bapak Film Indonesia

- Kamis, 22 Maret 2018 16:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB) -Mesin pencarian paling populer di dunia, Google, menampilkan sosok Usmar Ismail berwujud google doodle, Selasa (20/2). Kehadiran karakter Usmar bukan tanpa sebab, 20 Maret 2018 menjadi hari ulang tahun (HUT) Ke-97 lelaki yang lekat dengan dunia perfilman Tanah Air.Usmar Ismail, yang lahir di Bukuttinggi pada 20 Maret 1921, dinilai sebagai pionir sinema Indonesia. Semasa hidup, Usmar mendedikasikan diri untuk bidang tersebut, hingga dijuluki Bapak Film Nasional.Usmar kali pertama membuat film Harta Karun pada 1949 yang diangkat dari karya Moliere. Di tahun yang sama, ia membuat film berjudul Tjitra yang diilhami dari naskah dramanya melalui rumah produksi milik Belanda. Setahun kemudian, Usmar membuat film Darah dan Doa (1950) yang menjadi tonggak perfilman nasional.Kepala Sinemantek Adisurya Abdy mengatakan, film Darah dan Doa merupakan film pertama yang seluruh produksinya dikerjakan orang Indonesia. Karena itu, lanjutnya, Hari Film Nasional diambil dari hari pertama proses syuting film tersebut, 30 Maret.Menurut Adisurnya, Darah dan Doa menjadi kebanggaan Indonesia karena sebelumnya, film Indonesia melibatkan orang keturunan Eropa atau China. Dia menilai, setiap orang yang mempelajari film Indonesia tidak akan lepas dari Usmar Ismail. "Sejarah perfilman nasional berangkat dari Usmar Ismail," katanya seperti disiarkan HarNas.co, Rabu (21/3).Film Darah dan Doa juga menjadi film pertama dari Perfini, rumah produksi yang ia dirikan bersama Rosihan Anwar pada tahun yang sama. Usmar Ismail aktif membuat film hingga 1970-an, film terakhirnya, Ananda, dibintangi Mieke Wijaya, yang hingga kini masih menekuni dunia seni peran.Adisurnya mengatakan, membicarakan film Indonesia tak bisa lepas dari sosok Usmar Ismail. Begitu juga sebaliknya, Usmar Ismail akan selalu lekat dengan sejarah dan perkembangan film Indonesia. "Figur beliau yang mendirikan tonggak sejarah perfilman Indonesia," ujarnya.Sekitar 33 judul film telah dibuat Usmar Ismail selama berkarier. Menurut Adisurya, film-film Usmar Ismail banyak yang mengangkat tema nasionalisme. Walaupun, kata dia, pendekatan hiburan tetap dilakukan untuk mendapatkan penonton yang lebih luas. (T/R10/h)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Hiburan

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Hiburan

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Hiburan

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Hiburan

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Hiburan

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS