Medan (SIB) -Badan Kerja-sama Organisasi Wanita Sumatera Utara (BKOW) menurunkan ibu-ibu modis sebagai model dalam peragaan busana Gebyar Kekayaan Lokal Dekranasda di Merdeka Walk Medan, Sabtu (2/11). Pasca perhelatan yang menarik simpatik audiens, Dr Drg Regina Tetty Mary Hutapea MSc dan Dra Susi Merry Junita Manulang Br Sinaga minta partonun ulos diberdayakan guna penguatan ekonomi berdasar industri kreatif dan melestarikan kearifan lokal.
Di Grand SwissBell Hotel Medan, Minggu (4/11), keduanya mengatakan nyatanya adibusana berbahan ulos mampu setara dengan gaun dari bahan global yang juga diparadekan di kegiatan dimaksud.
Susi Sinaga dan Melda Sitanggang menjadi model di acara tersebut. Keduanya memodifikasi Ulos Ragiotang menjadi busana spesial. Susi bahkan mengglamourkan penampilan dengan model baju pengantin lengkap dengan juntaian seperi slayer.
Ketua Fashion Show BKOW SU yang politisi Partai Golkar tersebut merancang busana yang dikenakannya hingga pas di tubuhnya. Hal serupa dilakukan Melda Sitanggang. "Persiapannya mepet. Begitu ada instruksi dari Ketua BKOW Sumut Kemalawati Eteng SH untuk berpartisipasi, langsung oke," cerita Susi yang langsung meminta perempuan penggiat lainnya terlibat seperti Vivi Alda, Mariaty Zendrato, Nazla Khairani, Iriany, Rini Sofyanty dan Elly Gratia.
Regina Tetty Mary Hutapea mengatakan, sebagai boru Batak pribadinya sangat bangga dengan kreasi para model. "Di wilayah Tapanuli, ada ratusan partonun ulos. Itu sebabnya, selain menyupor fashion berbahan ulos, saya menggairahkan dan mengimbau untuk memakai busana berbahan ulos dalam keseharian," ujar perempuan yang berkarier di Jakarta dan dosen di Lemhanas tersebut.
Menurutnya, peran perempuan dalam membantu ekonomi keluarga, sangat besar. "Bila ulos membumi, otomatis partonun ulos di bona pasogit terbantu. Itu sebabnya, gunakan bahan tenunan jangan yang pabrikan," tambah Regina Hutapea. "Dalam ulos pabrikan tidak terdapat filosofi kehidupan Bangso Batak!" (T/R10/q)