Sutrisno Pangaribuan Gali Lagu Etnik Nasionalisme untuk Generasi Milenial

- Selasa, 06 November 2018 19:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112018/hariansib_Sutrisno-Pangaribuan-Gali-Lagu-Etnik-Nasionalisme-untuk-Generasi-Milenial.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sutrisno Pangaribuan - Endang Marlyna Panjaitan
Padangsidimpuan (SIB)- Sutrisno Pangaribuan menggali lagu-lagu etnik nasionalisme untuk disemangati pada generasi milenial. Lagu-lagu tersebut selama ini menjadi lagu wajib yang kerap dibawakan dalam acara-acara kenegaraan tapi 'terpinggirkan' di lingkungan generasi muda, khususnya di ruang pribadi kids era now. 

Endang Marlyna Panjaitan di akun pribadinya, Minggu (4/11) menerakan, lagu tersebut dibawakan sesuai versi asli tapi aransemennya diupayakan kekinian untuk dapat diterima generasi milenial. "Seperti lagu 'Butet' yang amat ikonik. Sampai tahun 2000-an, dalam tiap acara terkait kenegaraan, masih diputar tapi semakin redup bahkan nyaris tak terdengar di era kini. Generasi kids now justru lebih hapal lagu dari artis KPop," ujar perempuan yang memroduseri album Sutrisno Pangaribuan tersebut.

Menurutnya, Sutrisno Pangaribuan membawakan lagu reaktualisasi nasionalisme tersebut  didasari kerisauannya pada degradasi selera yang bersumbu semakin tipisnya nasionalisme anak sekarang. "Kerisauan itu dibawa ke arah positif dengan sedikit berlelah menggali lagu etnik nasionalisme," jelasnya.

Batasan reaktualisasi pada lagu etnik nasionalisme dimaksud memiliki sejarah positif yang sangat panjang dan tak dapat dipisahkan dari perjalanan Republik Indonesia. Memilih lagu etnik, lanjutnya, pun dimaksudkan agar generasi muda sekarang paham ada warisan leluhur yang harus dilestarikan yakni bahasa daerah. "Tidak sedikit generasi muda khususnya kids era now tak paham akan bahasa etnik. Selain tak paham yang menjurus pada abai, bila berbahasa etnik, dianggap kuno bahkan kampungan. Miris," jelasnya.

Endang Panjaitan mengatakan, secara formal, album berisi etnik nasionalisme serta lagu berbahasa Indonesia itu dirilis ke publik pada Sabtu (10/11) bertepatan dengan Hari Pahlawan 2018 di Hotel Danau Toba Internasional Medan tapi secara digital lagu tersebut sudah dapat dinikmati. "Bila ke huta, seperti ke Padangsidimpuan, lagu-lagu etnik nasionalisme tetap dibawakan," ceritanya.

Sebelumnya, Sutrisno Pangaribuan membawakan lagu-lagu etnik di Pesta Ulang Tahun XV Punguan Raja Panjaitan, Boru/Bere/Ibebere asal Desa Sitorang I se-Kota Medan dan sekitarnya di Resto Danau Toba, Jalan Denai Medan, Minggu (4/11). Selain membawakan lagu etnik seperti juga dendang pop Indonesia yang melegenda di antaranya 'Ayah' yang dicipta dan dipopuerkan Rinto Harahap. (T/R10/h)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

DPN Rudi Ardian Nainggolan Kukuhkan Pengurus PGPI Pembaharuan Sumut

Hiburan

Sekolah Primbana Medan Siap Terima Siswa Baru TA 2026/2027 Mulai SD, SMP dan SMA

Hiburan

Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026

Hiburan

Wujud Nyata Jamin Kesehatan Masyarakat, Bupati Batubara Terima Penghargaan UHC Pratama

Hiburan

UNITA Raih Anugerah SPMI 2025 dari LLDIKTI Wilayah I Sumut

Hiburan

Dana BOS Rp870 Juta di SMPN 1 Idanogawo Disorot, Aktivis Minta Kejari Telusuri