PBB Ingatkan Bahaya Limbah Fashion

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 16:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_6897_PBB-Ingatkan-Bahaya-Limbah-Fashion.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
gayahidup.republika.co.id
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengingatkan akan bahaya limba fashion. Badan dunia itu mencatat tiap tahunnya secara global industri mode melepaskan setengah juta ton serat mikro sintesis ke laut. Untuk itu, United nation menegaskan pentingnya suistainable fashion atau gaya busana berkelanjutan. Hal tersebut pun dirasa penting dan menjadi agenda utama bagi masa depan Indonesia.

Di Tanah Air, beberapa desainer fokus dan peduli akan fashion berkelanjutan. Sebut saja Chitra Subyakto dan Merli Sihombing yang berusaha menekan limbah fashion. Fashion Enthusiast Ayla Dimitri mengatakan, salah satu latarbelakang munculnya fast fashion yaitu dikarenakan tingginya permintaan akan mode dari masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum terlalu sadar akan limbah fashion, sehingga cenderung konsumerisme dan memilih fashion karena harganya murah. “Mayoritas fashion brand pasti ingin memenuhi demand orang, berlomba untuk mengisi tren fashion. Jadi ya again kalau kita juga sebagai konsumer tidak sadar akan limbah fashion, industri juga enggak bisa setop. Jadi harus bersama-sama kontribusi, produsen dan konsumennya juga,” kata Ayla seperti disiarkan RepublikaOnLine.Com, Kamis (13/2).

Ayla mendorong agar para desainer, fashion brand atau produsen fashion untuk menunjukkan komitmennya guna menekan limbah mode juga mewujudkan fashion berkelanjutan. Dia memahami bahwa tidak ada satu pun produk fashion yang terbebas dari limbah (zero waste). Namun setidaknya mulai dari bahan baku, proses menjahit dan lain-lain fashion brand bisa menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. “Let say ganti kancing plastik dengan bahan yang lebih natural, bahan pabrik yang dipilih menjadi bahan yang gampang mengurai,” tegasnya.

Ia menunjuk daur ulang yang harus ikut dipikirkan fashion brand karena recycling dapat membantu menekan limbah dimaksud. "Ya kenapa tidak kita olah ulang menjadi barang yang menjadi nyawa baru. Karena tidak bisa dipungkiri ya tren fashion perkembangannya cepet banget,” tutupnya. (T/R10/f)

Berita Terkait

Hiburan

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Hiburan

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Hiburan

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Hiburan

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Hiburan

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Hiburan

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana