Industri Piringan Hitam Global Terganggu Sebab Kebakaran California

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 16:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2019_Industri-Piringan-Hitam-Global-Terganggu-Sebab-Kebakaran-California.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
republika.co.id
Ilustrasi

California (SIB)

Kebakaran hebat terjadi di California. Selain menghanguskan kawasan, si raja merah memangsa Apollo Masters, produsen utama pernis yang memproduksi vinyl atau piringan hitam. Kebakaran besar itu melahap pabrik dan gudang penyimpanannya di California. Penyebab kebakaran saat ini belum diketahui.

Meski belum dapat dipastikan angka kerugian dan dampak lainnya tapi sudah membayang mengganggu produsen vinyl. "Ini terlalu dini untuk memprediksi bencana tetapi kita semua bisa sepakat bahwa ini adalah waktu yang sangat menakutkan bagi kita semua di industri ini," ujar Gil Tamazyan, bos percetakan vinyl asal Los Angeles, Capsule Labs seperti disiarkan CNNIndonesia.Com, Kamis (13/2).

Tamazyan mengaku mengkhawatirkan bahwa akan ada penundaan produksi vinyl sebelum solusi dari masalah ini ditemukan. Ia mengatakan kehancuran pabrik Apollo Masters membuat perusahaan vinyl asal Jepang, MDC menjadi satu-satunya pemasok pernis di dunia, yang sebelumnya hanya menyediakan sekitar 20 persen stok di seluruh dunia.

"Bencana untuk industri percetakan vinyl," cuit Duplication, perusahaan vinyl asal Kanada di Twitter.

Walaupun kebakaran ini seperti sebuah pukulan telak, koordinator vinyl Duplication David Read menilai peristiwa ini tidak akan menjadi akhir dari industri. "Industri ini akan bangkit lagi seperti sebelumnya," ujar Read.

"Ingatlah, bahwa vinyl dianggap 'mati' 20 tahun yang lalu, kecuali untuk mereka yang masih menyimpannya sampai sekarang,"

Read menambahkan, kerugian ini bisa berdampak pada penumpukan dan kenaikan harga vinyl, tetapi juga bisa memacu pertumbuhan dan keterlibatan inovator baru.

Piringan hitam dibuat dengan cara memotong alur di permukaan vinyl untuk membuat rekaman induk, kemudian cetakannya dapat disalin. Metode lainnya dengan menggunakan Direct Metal Mastering (DMM) di mana vinyl dibentuk langsung dengan plat tembaga.

Sampai saat ini, belum ada pabrik DMM yang tersedia di Amerika, sementara di Eropa hanya ada delapan pabrik. Read berharap agar label mau mengulur waktu lebih lama untuk proyek-proyek yang sudah disepakati, supaya semuanya bisa berjalan semulus mungkin. (T/R10/f)

Berita Terkait

Hiburan

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Hiburan

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Hiburan

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Hiburan

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Hiburan

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Hiburan

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana