Juri Oscar Prancis Mengundurkan Diri Pasca Film Karya Pemerkosa Anak Dominasi Penghargaan

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 22:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_9513_Juri-Oscar-Prancis-Mengundurkan-Diri-Pasca-Film-Karya-Pemerkosa-Anak-Dominasi-Penghargaan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tirto.ID
Ilustrasi

Paris (SIB)

Seluruh dewan juri Cesar Academy mengundurkan diri karena tuntutan pekerja seni di Prancis. Penilai ajang penghargaan yang disetarakan dengan Oscar Prancis itu melepas tanggung jawab pada Jumat (14/2).

Sebelumnya, The Academy dikecam sineas yang kecewa mendapati film garapan sutradara kawakan Roman Polanski mendominasi nominasi Cesar Awards, yang akan dipersembahkan 28 Februari 2020. Kecaman datang dari lebih dari 200 aktor, produser, sutradara, dan pegiat perfilman yang menuntut reformasi total.

Tuntutan mulai menggema sejak Januari ketika ‘Roman Polanski An Officer and a Spy’ masuk 12 nominasi terbaik Cesar Awards 2020. Sineas setempat protes karena Polanski berstatus buron di AS sejak 1978 atas kasus dugaan pemerkosaan terhadap perempuan di bawah umur.

Direktur akademi perfilman Prancis Alain Terzian mengatakan, mereka tidak dalam posisi "menghakimi" seseorang ketika memberikan penghargaan tersebut. Namun, hasil tim juri tersebut mendapat apresiasi negatif dan menteri bidang kesetaraan, kelompok feminis, dan kritikus film angkat suara.

"Jika perkosaan itu seni, berikan semua piala Cesar kepada Polanski," demikian pernyataan kelompok Osez le feminisme (Dare to ne Feminist), seperti disiarkan HarNas.Co. "Karena apresiasi pada pemerkosa dan predator anak sama artinya membungkam korban," lanjutnya.

Menteri Bidang Kesetaraan Prancis Marlene Schiappa pun mempertanyakannya. "Saya tidak yakin dalam hal ini mereka menghargai perempuan, khususnya korban, yang telah buka suara," ujarnya.

Menteri Kebudayaan Prancis Franck Riester mengatakan, penyelenggara Cesar Awards ‘bebas' menentukan pilihan terkait nominasi. Ia bahkan menyatakan komitmen dan dukungan pada kebebasan kreativitas.

Sejak itu, sinisme publik semakin bertambah. Bahkan, sejumlah pekerja menduduki ragam bioskop agar pemutaran film karya Polanski dihentikan. Uniknya, film yang meraih gelar Sutradara Terbaik dan memenangi Critics' Prize di ajang Festival Film Venesia, Agustus 2019, beroleh penonton banyak hingga masuk jajaran box office.

Untuk memilih dewan juri baru lewat mekanisme rapat umum pemilihan anggota dewan yang dijadwalkan digelar pasca-malam penghargaan atau Maret 2020. (t/R10/f)

Berita Terkait

Hiburan

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Hiburan

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Hiburan

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Hiburan

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Hiburan

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Hiburan

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan