'Iron Man' Prancis Terbang di Langit Dubai

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2020 21:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_282_--039-Iron-Man--039--Prancis-Terbang-di-Langit-Dubai.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
‘IRON MAN’ Prancis: Manuver Vince Reffet yang dikenal dengan julukan Jetman atau ‘Iron Man’ Prancis di langit Dubai, Uni Emirat Arab. 

Dubai (SIB)

Seorang pemuda Prancis yang dijuluki ‘Iron Man’ terbang di langit Dubai, Jumat (14/2). Lepas landas dari tanah, pria bernama Vince Reffet itu melesat hingga ketinggian 1.800 meter. Reffet beserta kolaboratornya, yang dikenal dengan julukan Jetmen, benar-benar mencapai skala baru ketinggian. Kali ini dengan bantuan jetpack dan sepasang sayap, wingsuit. Mereka melakukan pertunjukan udara, "merobek" angkasa dengan kecepatan tinggi.

Reffet mulai terbang melayang 5 meter di atas perairan dangkal sebening kristal di pesisir Dubai. Hanya dalam hitungan menit, mereka melesat ke udara dan melintasi cakrawala kota. "Kami berhasil menyelesaikan rekor perdana, auto-terbang 100 persen, bersama Jetman Dubai, yang lepas landas sebelum melonjak ke altitude terbang 1.800 meter," demikian pernyataan Expo 2020 Dubai yang disiarkan HarNas, Rabu (19/2).

Expo 2020 Dubai merupakan pameran dagang raksasa yang akan dibuka Oktober 2020. Sebelumnya, barisan Jetmen pernah melesakkan diri ke udara dengan melompat dari platform tinggi. "Hasil kerja tim secara menyeluruh karena setiap langkah kecil menghasilkan sesuatu yang besar. Semua direncanakan dengan baik dalam sepersekian detik. Saya senang dengan pencapaian ini," ujar Reffet dalam pernyataan.

Target berikutnya, kata Reffet adalah mendarat tanpa parasut. "Kami masih memikirkan bagaimana caranya."

Sepasang sayap dari serat karbon yang dikenakan Reffet dilengkapi empat mesin mini bertenaga jet. Perlengkapan ini dikendalikan oleh gerakan pilot (penggunanya) dan mampu mencapai kecepatan 400 kilometer per jam.

Reffet dan kawan-kawan tandem-nya bahkan melesat bersama ke atas Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, baru kemudian melayang di samping Emirates Airbus A380. Tahun 2019, Reffet dan temannya, Fred Fugen, menjajal kemampuan mereka melewati gapura lengkung ‘Gerbang Surga' di pegunungan Provinsi Hunan, China. (T/R10/q)

Berita Terkait

Hiburan

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Hiburan

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Hiburan

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Hiburan

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Hiburan

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Hiburan

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor