Milan (SIB)
Milan Fashion Week 2020 di Italia, Rabu (19/2) dibuka tanpa kehadiran peserta dari Tiongkok. Tak ada desainer, buyer potensial, dan jurnalis dari negeri yang kini sedang berjuang menaklukkan virus mematikan tersebut. Alhasil, sektor fesyen Italia merugi jutaan euro.
The National Chamber for Italian Fashion (NCIF) mengungkapkan, dampak ekonomi dari epidemi itu belum bisa dikalkulasi secara tepat tapi cahaya dari timur sudah hilang. Sisa tiga hari ke depan, brand global seperti Armani, Fendi, Prada, Versace dan Gucci berlangsung untuk koleksi musim gugur-musim dingin 2020.
Pertunjukan pertama dibuka dengan peragaan bertajuk ‘China, We are with You' dari desainer China Han Wen yang bermarkas di New York, AS.
Dari total 56 sesi peragaan busana, 96 presentasi dan sekitar 40 event terkait hingga Minggu (23/2), setidaknya tiga desainer China membatalkan slot yakni Angel Chen, Ricostru dan Hui.
Italia merupakan negara pertama di Eropa yang melarang seluruh penerbangan dari dan ke China Januari 2020. Di samping itu, lapor HarNas.Co, penutupan rumah produksi berlabel China di Negeri Panda sendiri membuat mereka kesulitan memenuhi tenggat waktu penyerahan koleksi. (T/R10/f)
Milan Fashion Week: Milan Fashion Week 2020 dibuka dengan peragaan bertajuk ‘China, We are with You' dari desainer China Han Wen, Rabu (19/2). (Foto: SIB/Dok)