Moratorium Proyek, Seniman Minta Dilibatkan dalam Revitalisasi TIM

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 18:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_550_Moratorium-Proyek--Seniman-Minta-Dilibatkan-dalam-Revitalisasi-TIM.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
tirto.id
Noorca M Massardi mengatakan, seniman bersorak gembira menyambut keputusan Komisi X DPR yang menyatakan sepakat akan usulan moratorium proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang sedang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Jakarta (SIB)

Noorca M Massardi mengatakan, seniman bersorak gembira menyambut keputusan Komisi X DPR yang menyatakan sepakat akan usulan moratorium proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang sedang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 1992 itu mengatakan, kesepakatan diambil dalam rapat terbuka untuk mendengar keluh-kesah para seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (17/2).

Menyusul itu, seniman yang hadir dalam rapat terbuka berharap dilibatkan secara proaktif, sehingga pembangunan yang ada sesuai dengan keinginan dan kesepakatan para seniman dan budayawan. "Tahun 2018 dengan tim revitalisasi TIM, Pemprov menunjuk lima orang. Nama-nama tersebut, bukan seniman aktif dan tidak terdaftar menjadi anggota di Akademi Jakarta, atau pun DKJ,” terang Noorca.

Bersamaan dengan itu, Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana mengatakan kebijakan dan tindakan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi kompleks kesenian budaya itu tidak buruk. Namun, seharusnya proses pembangunan juga turut dirundingkan dengan seniman dan budayawan.

Menurutnya, seniman dan budayawan merupakan pemangku kepentingan paling utama di TIM. Apalagi sebagian dari mereka telah menjalani proses panjang selama puluhan tahun dan mengeluarkan karya di sana. "Berangkat dari satu kebijakan itu seperti komet yang menghantam bumi. Mendadak kita hancur berantakan, kira-kira gitu. Tanpa ada kompromi, kayak ketetapan Tuhan saja. Tahu-tahu ketika kita menolak revitalisasi itu, dia (red-Anies) sudah hancurkan gedung-gedung. Semua dihancurkan menjadi puing-puing,” katanya seperti diberitakan VOAIndonesia.Com, Minggu (23/2).

Diketahui, revitalisasi TIM rencananya dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Juni 2019 dimulai dari area pintu masuk, Masjid Amir Hamzah dan Gedung Perpustakaan. Adapun revitalisasi tahap kedua dimulai pada Januari 2020 dengan menambahkan Wisma TIM dan Asrama Mahasiswa dan Seniman. Wisma TIM serta Asrama Mahasiswa dan Seniman merupakan fasilitas penunjang sebagai sumber pembiayaan pengelolaan TIM pascarevitalisasi. Wisma TIM dan asrama tersebut ditargetkan beroperasi pada Juni 2021.

PT Jakpro setidaknya membutuhkan dana senilai Rp 1,8 triliun untuk pembangunan ini. Pada tahap pertama PT Jakpro telah mendapatkan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 200 milliar di APBD 2019. (T/R9/f)

Berita Terkait

Hiburan

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo

Hiburan

Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara

Hiburan

Ramadan 1447 H, Bupati Labura Bersama Dandim dan Kapolres Kunjungi Masjid Syuhada Desa Silumajang

Hiburan

Pastikan Kamtibmas Selama Ramadan, Polisi dan Forkopimcam Razia Gabungan di Teluk Nibung

Hiburan

Ipda Ramadhan Hilal Tangkap Warga Pemilik Sabu 5,88 Gram di Aek Kanopan Timur

Hiburan

Polresta Deliserdang Gagalkan Peredaran 21 Kg Lebih Sabu, 2 Kurir Ditangkap