Jakarta (SIB)
David Aruan melestarikan seni etnik di Jakarta. Pria yang lahir dan besar di Pematangsiantar - Simalungun, Sumatera Utara itu merantau ke Ibu Kota untuk mengembangkan sumber daya manusia tapi komit melestarikan warisan leluhur nonbenda. Saat Pesta Bona Taon Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boru-Bere Se-Jabodetabek 2020 medio Februari, David melibatkan ratusan generasi muda manortor bersama.
Ketua Panitia Pembangunan Tugu Puraja Sisangkalan Aruan Capt Tagor Aruan di Medan, Selasa (25/2), mengatakan apa yang dilakukan David sebagai realisasi pesan para orangtua untuk melestarikan warisan nonbenda. "Kami yang datang dari Medan dan sejumlah kabupaten kota di Sumut ke acara di Jakarta, mengagumi kemauan generasi muda Aruan di Jakarta yang memahami dan melakoni budaya leluhur. Kiranya langkah tersebut diikuti generasi muda dari seluruh etnik, khususnya orang muda Bangso Batak," ujar Ketua Komite Independen Batak (KIB) tersebut didampingi sejumlah tokoh Aruan seperti Drs Herbert H Aruan MM Ak CA, Hisar Aruan MM sejumlah tokoh penasihat seperti Friment Aruan SH MH dan Welsen Aruan.
David Aruan saat di Pematangsiantar dan Simalungun berada dalam lingkungan adat budaya Batak karena orangtuanya adalah Ketua Punguan. "Orangtua David memang seorang pekerja dan pelaku adat," ujar Capt Tagor Aruan sambil mengatakan generasi muda memang membutuhkan tokoh panutan dan pembimbing dalam melakonkan kehidupan dengan adat yang semakin jauh dari kehidupan milenial. (R10/q)