Samosir (SIB)
Pergelaran seni budaya etnik Toba, Minggu (27/12) digelar di pentas terapung di Kompleks Sigurgur Beach Samosir. Kegiatan yang dimulai siang - malam tersebut melibatkan sejumlah sanggar seni etnik dan modern di Kawasan Samosir dan Toba.
Parulian Saragih Turnip dari Sigurgur Beach Samosir mengatakan, pihaknya ingin seni etnik tetap eksis di tengah gempuran seni dari luar Nusantara. “Khusus pergelaran seni etnik, Batak khususnya, mendapat perhatian,†ujarnya sambil menegaskan pergelaran diadakan di saat libur umum agar massa yang hadir menikmati suguhan tersebut.
Pada pergelaran tersebut, penggiat seni mulai anak-anak hingga dewasa terlibat. Sejumlah tari klasik disuguhkan seperti Tor Tor Cawan yang membuat pelakonnya trance. Saat Tor Tor Si Boru Partonun ditampilkan, massa yang hadir mendekat ke bibir pantai berpasih putih dan merah jambu tersebut.
Tor Tor Si Boru Partonun menampilkan 12 penari dengan aksesoris kain putih panjang yang dibentang di hamparan pantai, menirukan gerak partonun yang turun-temurun dilakukan Bangso Batak.
Pergelaran semakin menarik ketika malam tiba. Lighting gemerlap yang memantul ke air danau menjadi pemandangan romatis. “Sejumlah genre seni ditampilkan rutin di Sigurgur Beach Samosir,†tambah Parulian Saragih Turnip.
Selain pergelaran, di lokasi ada ruang pamer khusus menampilkan koleksi seni Bangso Batak. Mulai dari ukiran gorga hingga ulos. “Sigurgur Beach Samosir ingin menjadi pusat lokasi kegiatan seni etnik khususnya dari Bangso Batak,†tutup Mia Turnip, pengelola. (T/R10/a)