Medan (SIB)
Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, Jumat (9/11) meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Santo (St) Alberto Jalan Helvetia Raya Medan. Peresmian didahului Misa Ekaristi yang dilayani pimpinan tertinggi Katolik Sumut - Aceh didampingi 12 biarawan. Di antaranya Ps Daniel Erwin Manullang OFMCap.
Dalam sambutannya, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap mengatakan, pihaknya berkewajiban menyediakan prasarana pendidikan berbasis keahlian, vokasi dalam maksud membekali anak didik terampil. “Inilah karya kami, yang juga meminta kiranya diperbanyak lembaga pendidikan seperti ini dalam upaya mengurangi pengangguran terdidik,” tegasnya.
Menurutnya, kepedulian pihaknya pada upaya menempa kualitas generasi muda sebagai kewajiban dan partisipasi aktif Katolik dan kehidupan berbangsa bernegara. “Pergunakanlah lembaga ini untuk tujuan positif dalam menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik. Selain memberi pendidikan pada siswa, pihak institusi pun membuka peluang ke industri dengan kerja sama. Misalnya, di bidang konveksi, bekerja sama dengan pihak luar untuk mencetak uniform organisasi dan industri lainnya.
Kegiatan diawali Misa Ekaristi yang dipimpin Mgr Kornelius Sipayung OFMCap didampingi 12 biarawan. Di antaranya Ps Daniel Erwin Manullang OFMCap, RP Michael Manurung OFMCap, RP Yosep Yuki Hartandi CDD dan RD Fernandus Saragi.
Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan St Alberto, Martinus Tjipto SH MKn, melaporkan lembaga tersebut menyediakan sejumlah pendidikan keterampilan yang nantinya diserap ke industri. Di antaranya konveksi, perkayuan, las-melas, rekayasa daur ulang barang jadi. “Bahkan sekarang, peserta pendidikan di LPK St Alberto yakni siswa dari SMKN 1 Kisaran sudah menerima order dari industri. Seperti membukat uniform untuk Universitas St Thomas Medan dan dinas olahraga,” lapornya.
Menurutnya, LPK St Alberto juga menyediakan asrama untuk peserta latihan. Pemondokan yang represtatif itu diadakan untuk maksud mempermudah peserta pelatihan dalam mengakses waktu kerja. Khususnya yang dari luar kota. “Inilah karya inklusi sebagai persembahan Keuskupan Agung Medan untuk bangsa dan negara,” tambahnya.
Martinus Tjipto menegaskan, pelatihan memang dikhususkan untuk kaum muda tapi siapapun yang ingin membekali diri dengan keahlian, dimungkinkan dalam maksud menjawab harapan masyarakat sesuai kebutuhannya. “Bidang spesialisasi keahlian yang diinginkan, bila selesai, nantinya dapat digunakan untuk kemandirian bahkan membuka lapangan kerja yang muaranya penguatan ekonomi,” ujarnya.[br]
Ketua Panitia Johanes Siegfried SE melaporkan kondisi utuh LPK St Alberto yang diadakan untuk membantu banyak orang dalam meningkatkan ketermpilan mereka untuk menghasilkan karya dalam bidang konveksi dan welding. “Kualitas karya-karya itu dapat dirasakan masyarakat nantinya,”
Ia berterima kasih sebab Keuskupan Agung Medan memberi solusi dan diapresiasi publik. “Terima kasih semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengawas Dr Junimar Girsang SH MBA berharap lembaga vokasi LPK St Alberto memberi yang terbaik utnuk menjawab semua tantangan global.
Di antara ratusan tetamu VVIP terlihat anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul SE MM, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, Sekretaris Partai Perindo Sumut Donna Siagian, sejumlah kepala daerah dari wilayah Tapanuli seperti Bupati Humbahas Dosmar Banjanahor, Ketua DPRD Medan Hasyim SE, ketua-ketua organisasi profesi seperti Herri Iskandar Hutajulu, Parlaungan Simangunsong, aktivis Maniur Rumapea, Benyamin Winata, Andreas MT, Arni Mariani Siringoringo, Kapolsek Medan Helvetia diwakili Kanit Lantas Iptu Rhp Situmorang.
Hadir juga praktisi dan dunia usaha serta pimpinan organisasi profesi seperti Hendry Wigin dan pengurus Kadin Sumut. (R10/f)