Medan (SIB)Alox Damianus Pinem mengaminkan zaman sudah berubah. Kehidupan era now tak dapat berjarak dari teknologi. Semua butuh penyesuaian sesuai kemajuan. Siapa yang tertinggal, akan terlindas. “Itu sebabnya, perlu penyesuaian. Termasuk warisan leluhur, genre seni etnik, misalnya. Harus tetap dilestarikan tapi penyampaiannya dengan pendekatan teknologi,” ujarnya, Senin (6/2) di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar (PG) Sumut Jalan Jend Sudirman Medan.Ia menunjuk konten di media sosial. Seperti YouTube, Twitter, Intasgram, TikTok hingga Facebook. Di media itu diisi hal-hal etnik. “Generasi muda, kelompok milenial bahkan generasi Z punya tanggung jawab melestarikan warisan leluhur,” tambah aktivis tersebut.Alox punya tanggung jawab moral sehubungan orangnya Drs FJ Pinem terbasuk ibunya br Purba sangat konsern dalam pembinaan generasi penerus. “Almarhum orangtua saya sangat disiplin dan fokus menggembleng generasi muda,” kenangnya tentang sosok mantan Ketua AMPI Sumut dan tokoh pendidikan nasional tersebut.Sebagian besar usia FJ Pinem memang dibaktikan untuk negara dan bangsa. “Yang dilakukannya itulah yang sekarang kami emban dan implementasikan di masyarakat. Melalui jalur politik dan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.Sebagai anak ideologis dan biologis FJ Pinem, Alox bertanggung jawab dalam melestarikan apa yang dirintis, ditanam dan diperjuangkan orangtuanya. “Caranya tentu berbeda. Sekarang disesuaikan dengan masa kini,” tutupnya. (Instagram /R10/a)