Jakarta (SIB)Guru Besar Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPH Kampus Semanggi -Jakarta Selatan, Prof Dr Poltak Sinaga BA SE MSic, memprakirakan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpengaruh sentimen positif Pemilu 2024, Rabu (14/2).Bahkan, menurutnya, mencermati penutupan IHSG sepekan sebelum pesta demokrasi, sudah dapat diprediksi siapa yang didukung dunia usaha dan publik melanjutkan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. “Sekarang, hasil quick count Pilpres 2024 sudah dapat dihampir pastikan pasangan Prabowo - Gibran berada di posis puncak. Publik dan dunia usaha ingin kondisi kondusif terus dipertahankan agar posisi rupiah semakin kuat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2).Menurutnya, quick count cenderung memengaruhi pergerakan pasar pada hari berikutnya setelah Pemilu. "Jika Pilpres terlaksana satu putaran. Ini bukan mengikuti opini di luaran tapi berdasar analisis makora dna mikro, akan memberikan kepastian terkait langkah kebijakan pelaku usaha. Pemerintah pun diharap mengeluarkan kebijakan yang dimungkinkan akan membawa IHSG ke zona hijau," tambahnya.Menurutnya, dunia usaha dan pasar tidak menyukai ketidakpastian dan bertambahnya calon pemimpin memberikan warna baru, meskipun ketidakpastian siapa yang akan menjadi pemenang bertambah lagi. “Program yang di kemukakan Prabowo - Gibran kan meneruskan kebijakan Presiden Joko Widodo. Artinya, tidak ada perubahan drastis yang mengundang keragu-raguan,” tambahnya.Seterusnya, menurut Prof Dr Poltak Sinaga, jika Pilpres masih berlanjut, maka sentimen positif bagi IHSG terpengaruh sehingga pasar harus menanti untuk waktu yang lebih lama untuk mendapatkan sentimen positif tersebut. “Saya berharap, pemerintah terus memertahankan daya beli masyarakat yang belakangan kan sudah tergerus sebab pandemi Covid-19,” jelasnya. “Saya memastikan, sebagian besar warga Indonesia sudah semakin obyektif dan ril. Warga di Sumut pun sama halnya,” tutupnya. (**)