Minggu Berkat, Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" Bagikan Nasi Kuning pada Warga

Redaksi - Selasa, 05 Maret 2024 11:29 WIB
(Foto : Dok Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan")
Minggu Berkat : Ketua Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" Pdt Liem Hengkie Liemena dan Sekretaris Bando Paul Tutupoly bersama sejumlah pengurus dan Ny Liem Keterina foto bersama warga yang menerima nasi kuning untuk sarapan dalam pro
Medan (SIB)Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" melajutkan program Minggu Berkat. Pada Minggu (3/3), sejak dini hari, membagi nasi kuning dengan lauk-pauk lengkap pada warga Medan dan Deliserdang. Pada kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pdt Liem Hengkie Liemena dan Sekretaris Bando Paul Tutupoly serta sejumlah tokoh agama lintas denominasi gereja mengantar langsung ke warga di seputaran Tanjunggusta.“Adalah tanggung jawab kita sebagai anak bangsa untuk memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk sesama,” ujar Pdt Liem Hengkie Liemena ketika disambut tuan rumah Pdt Immin Panggabean dari GPdI Tanjunggusta. “Setelah sarapan, jangan lupa ke gereja,” tambahnya.Sebagaimana diketahui, Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" didirikan sejumlah agamawan dan pekerja sosial serta tokoh adat membentuk pada 15 Mei 2023 bersamaan dari Hari Kapitan Pattimura ke-206.Nama yayasan mengadopsi patah kata Ambon - Toba tesebut sehubungan pendiri utama berlatar kedua etnis terebut. “Tapi kita di dalam, sangat beragam,” sambung Bando Tutupoly dan Jenniefer Monique KB.Pdt Liem Hengkie Liemena adalah pendeta di Gereja Kristen Maluku asal Ambon yang melayani untuk antar gereja dan lintas denominasi SARA. Bando Tutupoly adalah tokoh pemuda. Di era 1980-an ia tercatat sebagai aktivis yang berhasil memadukan potensi pemuda dari ragam latar belakang. Jenniefer Monique KB adalah pekerja sosial.Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" dengan Pengawas Sabrina Alice Tutupoly dan Ny Martina Fransina S. Kepengurusan dengan Ketua Pdt Liem Hengkie Liemena, Sekretaris Bando Paul Tutupoly, Bendahara Jenniefer Monique KB. Pembina Ferry Amstrong, Andres C Matinahodruw dan Ny Liem Keterina.Pdt Liem Hengkie Liemena mengatakan, nilai ideologis dan nasionalis diprioritaskan dalam melaksanakan kegiatan. “Tapi murni untuk berbagi. Sumbernya dari pengurus dan sejumlah donatur yang tidak bersedia disebutkan namanya,” tambahnya. “Saya di Maluku termasuk saat mengabdi di Sumut, memegang teguh bahwa sesama itu adalah saudara yang tak perlu dilihat dari asal-usul. Semua harus dilayani... ya harus dilayani tanpa harus melihat siapa tapi melayani dengan tanggung jawab harus melakukan seperti melayani diri sendiri. Yayasan terbuka untuk donasi dari siapapun dan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.Bando Tutupoly menambahkan, banyak warga di Sumut butuh bantuan dan tidak sedikit dermawan yang belum memahami warga mana yang menjadi prioritas menerima bantuan. “Yayasan ‘Katong Semua Marsihaholongan’ memfasilitasi dalam menyerahkan bantuan. Tentu didahulului riset dan obsercasi kecil, kelompok mana dan di daerah mana menjadi prioritas penerima,” tambahnya. (**)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Minggu Berkat, Polsek Prapat Janji Asahan Serahkan Bahan Pangan