Kuala Lumpur (SIB)Hishamuddin Mustafa dipromosikan menjadi Director
Tourism Malaysia Chennai, India. Mantan Director
Tourism Malaysia Medan itu mulai bertugas pada 13 Desember. Pada Kamis (31/10) - Jumat (1/11), pengide
gowes dua negara Malaysia - Indonesia itu berkeliling di sejumlah
destinasi wisata di Sumut. Mulai dari Medan, ke Deliserdang, Tanah Karo, Dairi hingga perbatasan Aceh. Singgah di Salat, Pakpak Brahat bertemu dengan Pj Bupati Dr Naslindo Sirait MM untuk melanjutkan program
Work Based Learning (WBL) in Malaysia bersama Innovative University College (IUC) Cabang Medan. "SDM di Indonesia sangat berpotensi menjadi ahli dalam mendukung industri pariwisata. Itulah sebabnya IUC mencarikan lokasi hotel bitang 3 - 5 di Malaysia tempat studi," paparnya didampingi perwakilan IUC Siti Aisyah SPd MSi PhD dan Jamik STrPar serta I Gusti Putu Agus H yang mengibarkan Gracia Echolab Garden, Tetapi pada Senin (4/11),
Hishamuddin Mustafa menerima surat keputusan untuk bertugas di India. "Sama seperti di Medan, saya diamanahkan untuk memromosikan Malaysia di India. Mulai dari destinasi, seni dan budaya Malaysia. Dulu di Sumatera sekarang di India khususnya di bagian selatan," urainya.Kepercayaan tersebut menjadi tantangan baru. Ketika di Medan,
Hishamuddin Mustafa sukses menjalankan tugas bahkan menjadi bagian meningkatan kualitas SDM pelaku industri pariwisata ASEAN. Misalnya kerja sama dengan Poltekpar. Baik dengan institusi maupun dengan person seperti dengan Direktur Poltekpar Dr Ngatemin SPd MSi, para wakil Dr Femmy Indriani Dalimuthe MSi CHE, Iwan Riady SSos MSi CHE, Dewi Yanti SKom MKom dan staf Siti Aisyah. "Tidak mungkin Malaysia sahaja yang sukses di industri perpelancongan tanpa keberhasilan negara serumpun berdekatan lainnya," ujarnya.Konsep itu membuat seluruh industri terkait pariwisata bergerak. Maju. Bahkan kuliner UMKM di Sumatera bergerak meski saat itu tantangan terberat sebab ada pandemi Covid-19. Dari Medan, ia ditarik ke Kementerian Pariwisata Malaysia dan berkantor di Putra Jaya sejak 1 Juli 2022.Banyak peninggalan berharga di Sumatera. Selain industri kreatif tumbuh dan berkembang, olahraga khususnya
gowes pun meningkat. Dulu mengidekan Gowes Dua Negara bersama Sarwin Win yang kemudian berkembang menjadi tiga negara merangkai Thailand. (*)