Medan
(harianSIB.com)Jauh sebelum jadwal tayang regulernya pada 5 September 2025, babak terakhir dari saga
horor fenomenal, "The Conjuring: Last Rites", telah menebar teror lebih awal di Kota Medan. Para penikmat film
horor berkesempatan menyaksikan pemutaran terbatas di IMAX Delipark Medan pada Jumat (29/8/2025), dan reaksi mereka membuktikan satu hal: kisah nyata jauh lebih mencekam dari khayalan supernatural.
"Filmnya ngeri kali," ujar Evalisa Siregar dengan wajah tegang usai keluar dari studio. Padahal, menurutnya, antusiasme penonton sangat tinggi sebelum film dimulai, di mana banyak yang asyik ber-selfie ria di booth foto yang disediakan di depan bioskop.
Atmosfer mencekam tidak hanya terasa di dalam studio. Di Plaza Medan Fair, pengalaman menonton dibawa ke level berikutnya. Sebuah ruang gelap pekat disediakan khusus bagi pengunjung untuk merasakan aura mistis yang dibangun dalam film.
"Lebih mencekam dari khayalan supernatural yang pernah ada di layar," komentar Hendro Budiman, anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, yang turut merasakan pengalaman tersebut.
Aura seram semakin kental dengan adanya dress code all black yang diikuti para penonton. Ditambah dengan riasan wajah yang beragam, suasana di antrean bioskop sudah terasa seperti gerbang menuju dunia supranatural yang dihadirkan film.
Kasus Terakhir Warrens dan Teror Keluarga Smurl"The Conjuring: Last Rites" atau 'The Conjuring 4' diangkat dari kasus nyata Smurl Haunting yang menggemparkan West Pittston, Pennsylvania, antara tahun 1974 hingga 1989. Film ini menjadi penutup kisah pasangan paranormal investigator legendaris, Ed dan Lorraine Warren.
Alur ceritanya membawa penonton pada pertarungan spiritual terakhir mereka melawan kekuatan jahat yang disebut lebih kuat dari apa pun yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Keluarga Jack dan Janet Smurl dilaporkan mengalami serangkaian aktivitas paranormal yang mengerikan, mulai dari suara misterius, bau tak sedap, hingga kekerasan fisik dan serangan langsung dari roh jahat.