Digelari Beethoven dari Jepang, Rupanya Musikus Ini Plagiat Selama 18 Tahun

- Minggu, 09 Februari 2014 22:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Digelari-Beethoven-dari-Jepang--Rupanya-Musikus-Ini-Plagiat-Selama-18-Tahun.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Int
Tokyo (SIB)- Di negaranya, Mamoro Samuragochi, 50 tahun, dijuluki sebagai "Beethoven dari Jepang". Sejak pertengahan 1990, ia membuat komposisi musik klasik meski pendengarannya terganggu. Salah satu komposisinya yang terkenal adalah Hiroshima Symphony No. 1 yang didedikasikan untuk korban bom atom di kota itu pada 1945.Simponi yang dirilis pada 2003 itu menjadi hit, terjual lebih dari 100 ribu kopi di Jepang. Energi dari musik ini membuat publik kerap menamai lagu ini "Simponi Harapan" dan kerap dimainkan di media kala bencana melanda. Dan, pada hari ini, harapan yang diberikan ternyata palsu, setelah Samuragochi mengakui bahwa ia membayar orang untuk menciptakan lagu untuknya. "Saya menunjuk orang lain untuk membuat komposisi musik untuk saya sejak 1996," ujarnya kepada NHK dan Tempo.Co, Jumat (7/2), waktu setempat. Ia menyatakan hal tersebut perlu dilakukannya menyusul gangguan telinga yang dialaminya sejak 1996.Pada umur 35, ia kehilangan seluruh fungsi pendengarannya, tapi tetap bisa membuat karya-karya magis di blantika musik. Hal itu membuat namanya makin moncer, dan pengukuhan status sebagai Beethoven dari Jepang mulai diberikan.Atas pengakuan ini, perusahaan rekaman yang mempublikasikan karya-karya Samuragochi, Nippon Columbia, marah besar. "Kami terperangah dan sangat marah," ujar mereka dalam situsnya. Mereka merasa ditipu karena Samuragochi selalu meyakinkan mereka bahwa karya tersebut benar-benar dibuatnya.Hingga kini pengarang asli karya-karya Samuragochi belum terungkap. Beberapa media Jepang berspekulasi bahwa orang tersebut adalah Aragaki Takashi, seorang guru musik biasa. Namun hal ini tak dikonfirmasikan oleh Samuragochi. "Sulit untuk memaksanya (pengarang asli) keluar dan mengakuinya di depan publik!" (t/r9/f)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Maskapai Jepang Larang Pilotnya Minum Alkohol Sehari Sebelum Terbang

Hiburan

BTS Minta Maaf Pasca Pakai T-Shirt Bom Atom Jepang dan Topi Nazi

Hiburan

Film Jepang Tentang Tsunami Aceh Buka NETPAC Asian Film Festival

Hiburan

Polisi Tangkap Gadis 18 Tahun Mengutil Pakaian

Hiburan

Pemohon Visa Pekerja Profesional ke Jepang Wajib Bergelar Sarjana

Hiburan

Tanpa Disadari, Pulau Esanbehanakitakojima di Jepang Lenyap