Raih Penghargaan di Cannes Richa Chadha: Bollywood Tak Butuh Pujian Asing

- Minggu, 16 Agustus 2015 14:03 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_Raih-Penghargaan-di-Cannes-Richa-Chadha--Bollywood-Tak-Butuh-Pujian-Asing.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
New Delhi (SIB)- Dunia perfilman India alias Bollywood telah menjelma menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan di peta perfilman dunia. Namun aktris Richa Chadha berujar kalau India tak butuh pujian dari dunia barat. "Saya rasa penonton India tidak menyukai sebuah film hanya karena film tersebut mendapat pujian atau cap dari pihak asing. Mereka menghormati si artisnya sendiri," ujar Richa Chadha seperti dilansir ndtv seperti disiarkan SCTV, Jumat, (14/8).Richa Chadha bermain dalam film Masaan baru-baru ini, film tersebut meraih dua penghargaan dalam festival film Cannes, Prancis. Dalam Masaan, perannya sebagai seorang perempuan yang merasa bersalah atas hubungan seksualnya di masa lalu, menuai banyak pujian kritikus. Ia bahkan sempat mendapat standing ovation dari penonton. Perempuan kelahiran 28 Desember 1988 tersebut selalu total dalam pekerjaaannya. Meski begitu, ia tak terlalu memikirkan hasil ataupun memikirkan akan penghargaan.Richa Chadha telah bermain dalam sepuluh judul film sepanjang kariernya. Ia memulai debutnya pada 2008 lalu dengan film drama komedi Oye Lucky! Lucky Oye!Saat menerima penghargaan di cannes, film bertajuk Dheepan karya sutradara Prancis, Jacques Audiard, terpilih sebagai pemenang penghargaan utama festival film Cannes, Palme d’Or alias Palem Emas. Pemilihan film drama yang mengisahkan para pengungsi Sri Lanka mencari penghidupan layak di Prancis itu terbilang mengejutkan mengingat Dheepan jarang diperbincangkan di antara deretan film yang digadang-gadang.“Dewan juri bukan terdiri dari kritikus film. Dewan juri terdiri dari para seniman yang mengamati karya,” kata Joel Cohen, saudara kandung Ethan Coen, yang menjadi ketua dewan juri. Jacques Audiard mengaku teramat bangga karena film garapannya mendapat sanjungan dari para sutradara ternama. “Menerima penghargaan dari Coen bersaudara ialah sesuatu yang luar biasa. Saya sangat tersentuh dan teringat ayah saya,” kata Audiard.Dheepan mengikuti kisah hidup seorang mantan anggota Macan Tamil, sebuah kelompok pemberontak di Sri Lanka.Setelah keluar dari negaranya, dia berpadu dengan dua orang asing di sebuah kawasan kumuh di pinggiran Kota Paris untuk berpura-pura menjadi sebuah keluarga demi mendapat suaka politik dari pemerintah Prancis.Penghargaan Grand Prix jatuh kepada Son of Saul garapan sutradara asal Hungaria, Laszlo Nemes.Kemudian peringkat ketiga ditempati oleh film The Lobster karya sutradara asal Yunani, Yorgos Lanthimos.Hou Hsiao-hsien, pria Taiwan yang mengarahkan film laga The Assassin, mendapat predikat sebagai sutradara terbaik.Untuk aktris terbaik, festival film Cannes tahun ini memilih Rooney Mara yang membintangi film Carol dan Emmanuelle Bercot atas perannya dalam film My King.Adapun penghargaan aktor terbaik ditujukan kepada Vincent Lindon melalui aktingnya dalam film The Measure of a Man. (t/R9/h)


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

GNI Sumut Minta Kalapas Medan Tolak Pembebasan Bersyarat Samsul Tarigan

Hiburan

Bupati Labura Hadiri Haul ke-8 Syeikh H Muhammad Sukur Munthe di Sukajadi

Hiburan

Bank Sumut Gelar Media Award pada HPN 2026

Hiburan

Kasus Salah Tangkap Mobil Pajero Berakhir Damai Lewat RJ

Hiburan

Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya Salurkan Bantuan ke Jemaat Gereja di Sibolga dan Tapteng

Hiburan

HPN ke-80, Forwaka : Independensi Tugas dan Momentum Penyelesaian Sengketa Pers Lewat DP