Medan (SIB)- Wawasan kebangsaan dan bela negara memiliki arti penting untuk mencapai tujuan Indonesia sebagaimana dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan bangsa, melindungi segenap bangsa dan ikut serta dalam perdamaian dunia. Oleh karenanya,di negara mana pun bela negara itu sangat penting sekali dilakukan dan bela negara itu wajib hukumnya sampai ke tingkat implementasi di lapangan.Nilai nilai kebangsaan pada hakikatnya merupakan nilai yang disepakati dan dipandang baik melekat pada diri setiap WNI, berupa norma dan etika kebaikan yang terkandung dan menjadi jatidiri kepribadian bangsa bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, yakini nilai nilai Pancasila, UUD 1945,NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.”Memang bela negara itu identik dengan kegiatan kemitraan,tapi bukan berarti sama,” tegas Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menjawab wartawan di Medan, Sabtu (7/5), seusai memberikan Kuliah Umum tentang bela negara di UPMI (Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia).Menurut dia, memberikan kuliah umum tentang bela negara ini penting bukan hanya di universitas, tapi juga karena di kelembagaan pun bela negara itu mulai kabur. Hanya di Lemhanas saja yang masih tertib. “Masing- masing materi kan berbeda beda. Pada saat perebutan Proklamasi Kemerdekaan RI, bela negaranya dengan bambu runcing. Namun sekarang bela negaranya mengisi kemerdekaan dengan pendidikan. Omong kosong katanya negara ini maju tanpa pendidikan, oleh karenanya pendidikan harus tetap yang diutamakan,” katanya.Disebutkan, sekitar 8 juta seluruh fakultas se Indonesia meluluskan sarjana sarjana yang kompeten. Kalau itu benar benar diterapkan,alangkah hebatnya bangsa ini. Tapi itu tergantung pendidikannya dan penerapan bangsa ini menempatkan orang orang ini dalam rangka mengembangkan bangsa ini dan ini harus bersama sama kita lakukan, terangnya. “Ada enam item bela negara yang terakhir itu pengorbanan. Bagaimana mau bela negara kalau tidak rela berkorban, selalu mencurigai orang lain, tidak hormat kepada orang tua dan tidak sayang sama yang melahirkan,” ujarnya.(Rel/BR1/ r)