Ketua Granat dan Anggota DPRDSU:

Terkait Kaburnya Tahanan Narkoba di Poldasu, Perlu Diproses Secara Hukum

- Selasa, 21 Juni 2016 18:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Kalangan DPRD Sumut mengecam peristiwa kaburnya 11 tahanan Direktorat Reserse Narkoba Poldasu dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Narkoba Poldasu, Senin (13/6) lalu. "Pertama kita menyesalkan kaburnya para tahanan narkoba dari Polda Sumut. Peristiwa ini semakin menegaskan, para bandar narkoba sekali lagi mampu "mengeluhkan" Polri, bahkan di jantung Polri sendiri, yaitu Mapolda Sumut," kata anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ketika diwawancarai wartawan, Rabu (15/6) di Medan.Sutrisno mengatakan, suatu keanehan kalau tahanan dapat kabur. Artinya ada kelalaian dari pihak Polda dan diduga melibatkan oknum mengingat betapa ketatnya penjagaan di Poldasu.Bagi Sutrisno, persoalan narkoba ini adalah persoalan serius, oleh karena itu Poldasu diminta melakukan tindakan preventif dalam menangani masalah ini. Bahkan, termasuk sampai menggiring tahanannya sampai ke meja peradilan dan dihukum.Diminta juga, agar oknum-oknum petugas piket yang bertanggung jawab dalam kasus ini diselidiki. Apakah ada keterlibatan antara petugas jaga dengan tahanan narkoba, sehingga mereka dapat meloloskan diri dari penjagaan.Sarma Hutajulu SH yang merupakan Ketua Komisi A DPRDSU juga menyampaikan hal yang sama. Ia menyesalkan kenapa sampai bisa tahanan kabur dari Poldasu, padahal di Poldasu penjagaannya serba ketat.Sarma mengharapkan agar Kapoldasu mengusut tuntas soal peristiwa tersebut. Bagi Sarma persoalan tersebut menjengkelkan, karena tahanan tidak akan mungkin kabur bila tidak ada pembiaran. "Kita minta agar ini diusut tuntas, apakah memang ada unsur kesengajaan di balik kasus ini," cetusnya.Sementara itu, Sastra SH MKn yang merupakan Sekretaris DPC PDIP Kota Medan mengatakan, agar Kapolda melakukan penyelidikan terhadap oknum-oknum petugas yang berjaga.Menurut Sastra yang juga Ketua Gerakan Anti Narkoba (Geranat) Sumut, persoalan ini wajar menimbulkan rasa curiga. Apakah dibalik ini ada keterkaitan antara petugas jaga dengan tahanan tersebut, shingga mereka bisa melarikan diri mengingat penjagaan di Poldasu tidak mungkin tak terpantau.Kata Sastra, melihat tahanan yang kabur bukan tahanan biasa, melainkan tahanan narkoba maka kepada Kapolda diharapkan tidak sekedar menurunkan pangkat terhadap oknum petugas yang seharusnya bertanggung jawab dalam persoalan tersebut. Namun, perlu diproses secara Hukum. (A22/y)


Tag:

Berita Terkait

Hukum

Kejaksaan Geledah Rumah Eks Menteri KLHK Siti Nurbaya

Hukum

Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Tiga Pejabat Tinggi Ikut Lepas Jabatan

Hukum

KPK Dalami Dugaan Penukaran Uang Miliaran Ridwan Kamil di Luar Negeri

Hukum

Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi

Hukum

Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi

Hukum

Hendri Yanto Sitorus Kembalikan Formulir Pencalonan Ketua Golkar Sumut