Pengamat Hukum Dukung Polresta Bentuk Tim Anti Begal

- Selasa, 30 Agustus 2016 19:03 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)-  Aksi begal di Medan kembali meningkat bahkan para pelaku tidak segan-segan menghabisi nyawa korban. Untuk itu, Polresta Medan pun membentuk Tim Anti Begal untuk memberantas aksi kejahatan jalanan itu. Menanggapi hal itu, kriminolog dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Redianto Sidi meminta agar pihak kepolisian harus serius menangani maraknya aksi begal tersebut. "Saya ingat, tim begal sudah beberapa kali dibentuk, untuk itu dengan terbentuknya tim begal ini kiranya aksi begal dapat berkurang," ucap dia. Redianto menyebutkan, bila memang sudah terbentuk, kiranya tim begal selalu bekerja secara maksimal agar maksyarakat benar-benar aman saat menjalani aktivitas pada waktu kapanpun. "Tim harus terus berada di lapangan dan setiap waktu melakukan patroli," terang dia. Dia juga mengatakan kalau terbentuknya tim tersebut jangan hanya waktu-waktu tertentu. "Jangan hangat-hangat pertama saja," sebut Redianto. Selain itu, Redianto juga mengapresiasi Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang memerintahkan anggotanya tembak di tempat bagi para pelaku begal yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri. "Memang pantas kalau pelaku ditembak apabila melawan, namun dilakukan secara standar prosedur," katanya. Dia menjabarkan, terbentuknya tim anti begal ini oleh Polresta Medan, secara maksimal memang belum bisa meredam aksi kejahatan jalanan namun dapat membantu memberikan keamanan bagi masyarakat. "Kalau untuk menghabiskan begal mungkin tidak bisa karena pelaku kejahatan tidak pernah ada habisnya," tambah dia. Sementara itu, pengamat hukum Medan, Nuriono yang merupakan Sekretaris Pusat Study Hukum dan Peradilan (Puspa) Sumut, menilai Tim Anti Begal yang dibentuk Polresta Medan harus menuai hasil, dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat kota Medan. "Jangan polisi hanya sekedar show off (pamer) kekuatan saja, sampai ratusan personil dikerahkan, cukup Tim Pemburu Preman dikuatkan sama di Sektor Polsek, gak perlu terlalu berlebihan show off," kata Nuriono. Oleh karena itu, Tim Anti Begal yang telah dibentuk selama satu bulan ini diharap dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, dan bukan hanya pamer kekuatan saja. "Ya, harus ada hasil, bukan malah kampanye mengenai begal besar-besaran, namun nanti tidak ada hasil," tambah dia. (A20/q)


Tag:

Berita Terkait

Hukum

Kejaksaan Geledah Rumah Eks Menteri KLHK Siti Nurbaya

Hukum

Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Tiga Pejabat Tinggi Ikut Lepas Jabatan

Hukum

KPK Dalami Dugaan Penukaran Uang Miliaran Ridwan Kamil di Luar Negeri

Hukum

Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi

Hukum

Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi

Hukum

Hendri Yanto Sitorus Kembalikan Formulir Pencalonan Ketua Golkar Sumut