Golf Beri Nilai Positif untuk Profesi Advokat

* Bermain golf itu bermain melawan diri sendiri
- Selasa, 24 Juni 2014 16:20 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Kejujuran, kontrol diri, integritas, gentleman, dan be yourself. Itulah kata-kata positif yang terlontar dari beberapa advokat penggemar golf tentang olahraga yang mereka geluti. Intinya, mereka ingin menyampaikan bahwa dalam golf terkandung nilai-nilai positif yang mungkin saja bermanfaat untuk profesi.Edward Lontoh mengatakan golf berbeda dengan olahraga kebanyakan. Dalam golf, kata Edward, pemain bermain bukan untuk mengalahkan orang lain sebagai lawan. Menurut dia, pemain golf justru harus melawan dirinya sendiri. Makanya, kontrol diri dan tidak emosional menjadi kunci dalam olahraga gol.“Golf berbeda dengan olahraga lain karena olahraga lain biasanya ada lawannya, tetapi golf 75 persen lawannya adalah diri sendiri, sehingga dalam permainan ini pemain harus bisa kontrol diri jika ingin bermain bagus,” tutur Edward kepada hukumonline di sela-sela HKHPM Golf Tournament 2014 di Sentul, Minggu (15/6) lalu.Edward mengaku menerapkan nilai-nilai positif yang dia peroleh dari golf untuk kehidupan sehari-hari. Selain kontrol diri dan menahan emosi, Edward juga belajar tentang kejujuran dari olahraga golf.Sementara itu, pendiri dan Partner Soemadipradja and Taher, Hafzan Taher memuji golf sebagai olahraga yang paling sportif. Dalam golf, kata Hafzan, pemain dituntut untuk jujur dalam menghitung skor. “Dalam golf kita melawan diri sendiri, dengan golf itu kelihatan apakah kita emosional atau tidak jujur,” ujarnya.Founding Partner Iskandarsyah and Partners, Reno Iskandarsyah berpendapat golf adalah olahraga yang mengajarkan kita untuk menjadi diri sendiri (be yourself). Setiap orang bermain golf, kata Reno, pasti memiliki gaya memukul sendiri yang berbeda dengan gaya memukul orang lain.  “Kita jadilah diri sendiri tunjukkin diri sendiri bahwa kita punya value dan kualitas bagus untuk menjadi seorang lawyer, implementasinya ke situ,” papar Reno yang turut berpartisipasi dalam HKHPM Golf Tournament 2014.Bagi Adi Prasetyo, golf tidak hanya mengajarkan kejujuran dan rasa percaya diri. Menurut Ketua Panitia HKHPM Golf Tournament 2014 ini, melalui golf kita juga bisa mengetahui karakter asli orang yang menjadi mitra bermain golf.   “Karena pada akhirnya yang menghitung skor itu diri sendiri. Menipu atau mencuri pukulan sering terjadi dalam permainan golf, misalnya saya memukul bola tiga kali (tapi) mengaku mukul dua, mungkin lawan tidak tahu karena kadang-kadang terpisah jauh,” kata Adi.Pengajar Hukum Acara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Chudry Sitompul menganggap golf adalah olahraga gentleman, karena orang yang bermain golf menghitung sendiri skornya. “Selain menghilangkan stres, nilai-nilai dalam olahraga golf juga dapat diterapkan dalam pekerjaan, yaitu harus jujur dan fokus,” kata Chudry. (kum-onl/f)Aksi salah satu peserta GKHPM Golf Tournament 2014. 


Tag:

Berita Terkait

Hukum

Kapolsek Barumun Dorong Pelajar Hindari Perundungan, Bijak Gunakan Gatget

Hukum

Terungkap, Terdakwa Kasus CPO Bermain Golf di Dubai Bersama Mantan Ketua MA

Hukum

Skandal Seks Guncang Thailand, Sembilan Biksu Senior Dikeluarkan dari Kuil

Hukum

Akhir Pekan, Lapangan Golf Pabatu Ramai Dikunjungi Pegolf

Hukum

Lapangan Golf Pabatu Sergai: Sarana Olahraga dan Destinasi Wisata Hijau

Hukum

Pertandingan Golf pada PON XXI Berakhir Sukses dan Penuh Gembira