Terkait Tahanan Rutan Pancur Batu Kabur

Pengamat Hukum: Lemahnya Pengawasan dan Over Kapasitas, Bisa Penyebab Tahanan Bentrok

- Selasa, 10 November 2015 15:54 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Redianto Sidi SH MH menduga, larinya tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Pancur Batu diindikasikan adanya unsur kesengajaan."Apakah pengamanan sudah maksimal? Mungkin ada dugaan kerjasama dengan tahanan, karena kita lihat dari kasus terjadinya lari tahanan itu penjaga hanya beberapa orang," katanya, Selasa (3/11) lalu.Selain itu, dia menjabarkan, sistem pengamanan atau pengawasan terhadap napi yang ada di Rutan sangat lemah dan perlu ada evaluasi. "Perlu dievaluasi lagi, kenapa masih saja sering terjadi kaburnya tahanan dari Rutan. Bayangkan saja pada saat kejadian itu penjaga hanya beberapa orang sedangkan tahanan sebanyak ratusan orang," ujarnya.Bukan hanya itu, kapasitas tahanan dalam Rutan juga salah satu unsur masih seringnya terjadi tahanan kabur. "Over kapasitas yang dari dulu masih saja terjadi, bayangkan saja, tahanan sudah cukup ditambah paksa lagi masuk membuat tahanan yang di dalam menjadi berontak," ujarnya.Lanjut Redianto menjelaskan, di dalam Rutan, para tahanan juga seharusnya mendapatkan fasilitas dan pembinaan yang layak. "Jadi banyak unsur-unsur yang membuat tahanan kabur diantaranya karena para tahanan tidak mendapatkan fasilitas dan pembinaan yang layak. Tahanan itukan harus dalam pembinaan," jelasnya.Terkait dengan kaburnya tahanan di Rutan Pancur Batu, pemerintah harus melakukan investigasi untuk mencari penyebab pastinya. Bila memang ada unsur kesengajaan, maka pemerintah harus memberi sanksi yang tegas. "Ini perlu investigasi agar masyarakat tahu apa penyebab pastinya. Dan sanksi itu perlu agar tidak terulang lagi kasus yang sama di kemudian harinya," sebut Redianto.Dia menambahkan, bila memang petugas kepolisian dan pihak Rutan tidak mampu menangkap kembali tahanan yang kabur itu, akan membuat masyarakat cemas. "Jelas saja ini menjadi ancaman karena bila masih saja berkeliaran para tahanan itu bisa kembali melakukan aksi kejahatan," katanya. (Dik-SPS/q)


Tag:

Berita Terkait

Hukum

Ombudsman Sumut Minta Kominfo Medan Responsif Layani Permohonan Informasi Publik

Hukum

Bareskrim Selidiki Dugaan Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok

Hukum

MPC PP Sergai Serahkan SK Caretaker PAC Bandarkhalifah

Hukum

Personel Polres Tanjungbalai Amankan Ibadah Salat Jumat

Hukum

Terima LHP Kinerja Ketahanan Pangan, Pj Sekdaprov Sumut Pastikan Komitmen Pemprov Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Hukum

Peduli Kesehatan Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining HIV