Risiko Tinggi Penderita Penyakit Tidak Menular Terpapar Covid-19

Redaksi - Minggu, 12 Juli 2020 17:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir072020/_8875_Risiko-Tinggi-Penderita-Penyakit-Tidak-Menular-Terpapar-Covid-19.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Freepik.com
Ilustrasi diabetes

Jakarta (SIB)

Waspadalah, orang dengan penyakit tidak menular (PTM) berisiko tinggi terinfeksi virus corona. Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Cut Putri Ariane, menyebutkan PTM seperti hipertensi, jantung, kanker, diabetebes, ginjal, PPOK, penyakit napas lain, gangguan imunologi dan lainnya turut mempermudah seseorang terpapar Covid-19, bahkan kondisinya akan semakin berat.

“Orang-orang kelompok penyakit tidak menular adalah orang yang rentan terinfeksi, ini sangat terkait dengan imunitas tubuh karena yang pasti kondisinya berbeda dengan orang normal,” kata Cut dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar, bahwa orang dengan PTM mudah tertular, dan jika tertular kondisinya semakin buruk.

“Contohnya hipertensi, pembuluh darahnya sudah tidak baik, kekuatan mukosa (lapisan tubuhnya) itu sudah tidak terlalu bagus lagi, jadi mudah tertular. Daya tahan tubuh bukan hanya imunitas tapi daya tahan tubuh secara nonspesifik jadi kekuatan tubuh kita melawan virus,” jelas Eka.

Eka berharap di masa pandemi ini orang dengan PTM lebih menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya dengan rutin cek kesehatan, menjaga indeks massa tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mengubah gaya hidup menjadi lebih bersih dan sehat.

Selain mencegah faktor risiko, Cut mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif melakukan deteksi sedini mungkin. Deteksi dini penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang sehingga bisa dilakukan pengobatan sedini mungkin.

“Jangan lupa deteksi dini, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat. Lakukanlah skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali,” papar Cut.

Dekteksi dini dapat dilakukan dengan mengukur tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, dan lingkar perut. Skrining bagi orang dengan faktor risiko minimal 1-3 bulan sekali, untuk yang sudah penyandang sebaiknya lebih rutin lagi, minimal 1 kali sebulan.

“Pada masa pandemi, untuk penyandang PTM mendapatkan fleksibilitas bahwa obat diberikan untuk dua bulan, untuk mengurangi mobilisasi keluar. Yang penting minum obat secara teratur,” jelasnya. (T/f)

Berita Terkait

Kesehatan

Asahan Raih 12 Medali di Kejuaraan Pencak Silat di Tebing Tinggi

Kesehatan

Kasus Eks HGU PTPN II Bergulir, IAW Desak Kejati Sumut Jerat Korporasi dan Buka 14 Temuan BPK Lainnya

Kesehatan

Forki Pematangsiantar Sabet 2 Medali Perak di Kejuaraan Karate Kejatisu Cup II

Kesehatan

Sarang Narkoba di Mual Mas Bilah Hulu Digerebek, Gubuk Sabu di Lahan Sawit Dibakar

Kesehatan

Sidang Dugaan Korupsi Lahan Eks PTPN II, Enam Saksi Tegaskan Skema KSO

Kesehatan

Pengendara Bawa Sabu Ditangkap Polisi Setelah Dibuntuti