Studi Temukan Cara Baru Menurunkan Risiko Kanker

Redaksi - Minggu, 11 April 2021 11:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042021/_4704_Studi-Temukan-Cara-Baru-Menurunkan-Risiko-Kanker.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Istockphoto/ Drazen Zigic)
Penelitian terbaru menemukan, kebiasaan menjaga jantung tetap sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker. Ilustrasi. Penelitian terbaru menemukan, kebiasaan menjaga jantung tetap sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker.

Penyakit jantung dan kanker sama-sama menjadi dua dari penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian terbaru menemukan, kebiasaan menjaga jantung sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker.

"Kami menemukan hubungan antara gaya hidup menjaga kesehatan jantung terkait dengan risiko kanker. Semakin seseorang tidak menjaga kesehatan jantung, semakin tinggi risiko kanker yang dimiliki," ujar peneliti studi, Emily Lau, mengutip Huffington Post.

Meski tak menunjukkan hubungan kausalitas, namun penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology memperlihatkan cara yang menjanjikan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sekaligus kanker.

Lau dan tim menganalisis data lebih dari 20 ribu peserta studi. Peneliti memegang informasi mengenai siapa saja di antara peserta yang terkena kanker selama masa penelitian dan siapa saja yang mengembangkan masalah kardiovaskular.

Peneliti menemukan, peserta studi dengan peptida natriuretik paling tinggi memiliki peluang 40 persen lebih besar terkena kanker. Peptida natriuretik merupakan zat yang dibuat oleh jantung. Peptida natriuretik yang tinggi menjadi pertanda gagal jantung.

Peneliti juga menemukan bahwa beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan kanker sepenuhnya di luar kendali manusia, seperti salah satunya terkait usia yang lebih tua.

Namun, ada banyak faktor yang secara umum dapat dikontrol. Data menunjukkan, peserta studi dengan kebiasaan menjaga jantung tetap sehat secara keseluruhan memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker. Kebiasaan menjaga kesehatan jantung di antaranya mengelola tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah, dan tidak terlalu gemuk.

Pada intinya, penelitian ini menyebutkan bahwa membuat beberapa perubahan gaya hidup dapat memberikan manfaat yang besar. Sejak dahulu kala, para ahli percaya bahwa penyakit jantung dan kanker memiliki faktor risiko yang saling berbeda satu sama lain.

"Tak peduli apa yang Anda coba cegah, apakah penyakit jantung atau kanker, pada titik tertentu, semuanya sama. Itu semua adalah perilaku sehat yang sama," ujar ahli kardiovaskular, Elizabeth Klodas, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Klodas melihat bahwa penyakit jantung dan kanker saling terhubung satu sama lain. Pada dasarnya, penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh gangguan inflamasi. (CNNI/a)

Sumber
: Hariansib.com edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RS Adam Malik Kampanyekan Penanganan Kanker Diikuti Puskesmas se-Kota Medan

Kesehatan

BBPOM di Medan Vaksin 200 Peserta

Kesehatan

Wagub Sumut Sambangi Pasien Kanker di RS Haji Medan

Kesehatan

Wakil Wali Kota Medan Bertemu Wamenkes, Pirngadi Diberikan Alat Medis Strategis

Kesehatan

Penyakit Kronis Dominasi Kunjungan Pasien RS Adam Malik Sepanjang 2025

Kesehatan

Film Penerbangan Terakhir Siap Tayang 15 Januari 2026, Angkat Skandal Dunia Penerbangan