Jakarta (harianSIB.com) Kasus kolesterol tinggi semakin meningkat seiring dengan tren gaya hidup yang tidak sehat, konsumsi makanan cepat saji, dan kurangnya aktivitas fisik.
Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini dapat dikenali dengan tanda-tanda yang terlihat secara kasat mata.
Menurut SehatQ, dikutip dari CNBC Indonesia, salah satu ciri kolesterol tinggi adalah munculnya plak atau endapan kekuningan di sekitar mata, yang dikenal sebagai xanthelasma. Plak ini menjadi indikasi bahwa kadar lipid dalam darah cukup tinggi.
* Plak kekuningan di mata memiliki ciri-ciri berikut:1. Konsistensinya kental2. Terakumulasi di balik kelopak mata bagian atas dan bawah3. Tampak simetris antara mata dan hidung4. Bisa menjadi semakin banyak dari waktu ke waktu
Munculnya xanthelasma idealnya tidak akan mengganggu fungsi penglihatan dan tidak berbahaya. Meski begitu, jika dibiarkan dan kolesterol terus tinggi, kondisi ini bisa memburuk dan menyebabkan rasa nyeri serta tidak nyaman di mata.
Sementara gejala kolesterol yang terlihat di kaki ditandai dengan keram. Gejala ini dirasakan sering kali pada bagian tumit, kaki bagian depan, dan jari kaki. Gejala keram tersebut bisa makin parah saat Anda tidur di malam hari.
Menggantungkan kaki dari tempat tidur atau duduk bisa menjadi pilihan untuk meredakan keram karena akan membantu darah mengalir ke bawah akibat gaya gravitasi. Kemudian ada juga gejala nyeri pada paha hingga betis. Rasa sakit ini kerap terjadi saat berjalan, meskipun dalam jarak dekat.
Perubahan pada warna kulit maupun kuku dan kaki terasa dingin juga sering terjadi pada orang dengan kolesterol tinggi. Itu lantaran kurangnya oksigen dan nutrisi yang cukup.(*)