Semarang
(harianSIB.com)Direktur Utama
Rumah Sakit Telogorejo Semarang,
dr. Alice Sutedjo Lisa, menyampaikan bahwa pola makan dan gaya
hidup sehat berperan penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pasangan suami istri yang menjalani program
bayi tabung.
"Gaya hidup modern, stres, serta konsumsi makanan yang tidak sehat sangat memengaruhi tingkat keberhasilan untuk memperoleh keturunan," ujar dr. Alice dalam acara peresmian Klinik Kebidanan dan Kandungan serta Laboratorium Embriologi RS Telogorejo Semarang, Selasa (8/4/2025), dikutip dari Antara.
Ia menyoroti bahwa banyak pasangan saat ini cenderung mengabaikan asupan
nutrisi seimbang, lebih memilih makanan cepat saji, dan enggan mengonsumsi sayuran. Padahal, pola makan dengan
nutrisi dan protein yang cukup sangat dibutuhkan, terutama bagi pasangan yang tengah menjalani program fertilitas.
"Berat badan berlebih juga dapat mengganggu keseimbangan hormon, yang akhirnya berdampak pada kesuburan," tambahnya.
Selain pola hidup, dr. Alice juga menekankan pentingnya deteksi dini untuk mengetahui kualitas sel telur sejak awal. Menurutnya, mayoritas pasangan yang mengikuti program bayi tabung saat ini berusia di atas 35 tahun, yang secara alami menurunkan tingkat keberhasilan kehamilan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, RS Telogorejo menghadirkan pembaruan pada Laboratorium Embriologi dengan standar internasional. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pengolahan
embrio dan keberhasilan program
bayi tabung.
"Dengan teknologi yang lebih canggih, kami kini dapat mengolah embrio dengan kualitas yang lebih baik. Tingkat keberhasilan program yang sebelumnya berada di angka 20 persen, kini meningkat hingga mencapai 40 persen," jelas dr. Alice.
Editor
: Robert Banjarnahor