Jakarta
(harianSIB.com)Beberapa
minuman yang kerap dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko serangan
stroke, khususnya jenis
perdarahan otak atau intracerebral hematoma (ICH).
Menurut laporan tim peneliti, konsumsi soda atau minuman berkarbonasi, jus buah dan minuman berbasis buah, serta kopi dalam jumlah berlebihan lebih dari empat cangkir per hari berkaitan dengan peningkatan signifikan risiko stroke.
Temuan ini berdasarkan data dari studi internasional INTERSTROKE yang pertama kali dipublikasikan pada 2016. Studi tersebut melibatkan 26.950 peserta dari 32 negara. Analisis terbaru dilakukan oleh peneliti dari McMaster University (Kanada) dan University of Galway (Irlandia), sebagaimana dilansir oleh Medical News Today dan dikutip dari CNBC Indonesia,.
Peneliti mencatat bahwa tingkat risiko bervariasi tergantung pada wilayah geografis dan karakteristik populasi yang diteliti.
Berikut analisis soal tiga minuman yang bisa memicu risiko stroke:
*Minuman berkarbonasi, baik yang mengandung gula asli maupun pemanis buatan, seperti soda, dikaitkan dengan peningkatan terkena stroke pertama atau ICH hingga 22%. Hubungan ini paling kuat terlihat di Afrika, Eropa Timur dan Tengah, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.
*Jus buah dan minuman buah meningkatkan risiko ICH (pendarahan jaringan otak) hingga 37%, wanita memiliki risiko lebih tinggi daripada pria. Dua minuman buah sehari melipatgandakan risiko ini. Para peneliti menduga hal ini mungkin disebabkan oleh gula dan bahan lain yang ditambahkan ke minuman berbahan buah yang mengalahkan khasiatnya yang menyehatkan.
*Minum lebih dari empat cangkir kopi per hari meningkatkan kemungkinan terkena stroke pertama hingga 37%.
Christopher Yi, ahli bedah vaskular bersertifikat yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa masalah dari minuman bersoda adalah karena dimaniskan dengan gula.
"Kandungan gula yang tinggi dalam minuman berkarbonasi dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan hipertensi, yang semuanya merupakan faktor risiko utama untuk stroke iskemik dan ICH," kata Yi.
"Demikian pula, aditif gula pada minuman buah dapat menyebabkan lonjakan cepat kadar gula darah dan insulin, yang dapat memicu peradangan dan disfungsi endotel, sehingga meningkatkan risiko ICH," katanya.
Efek teh terhadap strokeSementara itu, dalam analisis terbaru teh dilaporkan memiliki efek perlindungan terhadap stroke di Amerika Selatan dan China. Namun temuan itu berbanding terbalik di mana teh dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi di Asia Selatan.
Para peneliti juga menemukan bahwa minum lebih dari tujuh cangkir teh per hari mengurangi risiko stroke hingga 18%. (*)