Makanan Sehari-hari yang Berbahaya? Ini 6 Pemicu Kanker Menurut Dokter Harvard

Redaksi - Kamis, 12 Juni 2025 15:16 WIB
iStockphoto
Ilustrasi makanan
Jakarta(harianSIB.com)

Kanker masih jadi momok menakutkan di seluruh dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hampir 10 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kanker. Tak heran jika penyakit ini termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi secara global.

Bukan cuma faktor genetik atau gaya hidup yang berperan, ternyata apa yang kita makan sehari-hari juga bisa diam-diam meningkatkan risiko terkena kanker.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi lulusan Harvard, mengungkapkan bahwa ada enam jenis makanan yang secara ilmiah terbukti berkaitan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel kanker.

Jadi, apa saja makanan yang sebaiknya mulai kita batasi? Berikut enam makanan pemicu kanker dan pilihan alternatif yang lebih sehat, dikutip dari Times of India.

1. Sosis dan nuggetDaging olahan seperti sosis dan nugget sering dianggap sebagai pilihan makanan yang praktis, padahal bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut WHO, daging olahan diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelompok 1, yang berarti ada bukti kuat bahwa daging olahan dapat menyebabkan kanker, khususnya kanker kolorektal. Dr. Sethi memperingatkan bahwa nitrat dan pengawet yang digunakan dalam daging ini dapat merusak sel-sel yang melapisi usus dan memicu perubahan kanker.

Sebaiknya, gantilah daging olahan dengan daging rendah lemak yang dimasak di rumah seperti ayam panggang, atau bahkan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil. Pilihan ini tidak terlalu memicu peradangan dan kaya akan serat dan antioksidan yang melindungi kesehatan usus.

2. Minuman manis bersodaMinuman bersoda dan minuman beraroma sering dianggap sebagai sumber energi atau peningkat suasana hati yang cepat. Dr. Sethi menekankan bahwa minuman manis tidak hanya meningkatkan gula darah, tetapi juga memicu peradangan kronis dan dapat mempercepat perkembangan kanker.

Sering mengonsumsi minuman manis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker terkait obesitas seperti kanker payudara, pankreas, dan usus besar.

Air kelapa segar, air buah buatan sendiri, atau bahkan teh herbal sederhana dapat menghilangkan dahaga tanpa gula yang berlebihan. Minuman ini juga mengandung antioksidan dan hidrasi, keduanya penting untuk perbaikan sel dan dukungan kekebalan tubuh.

3. GorenganGorengan merupakan salah satu makanan yang sangat digemari termasuk pada masyarakat di Indonesia. Namun, di balik rasanya yang nikmat dan gurih, gorengan juga menyimpan bahaya bagi kesehatan tubuh. Ini karena kandungan tepung dalam gorengan dapat menciptakan zat karsinogen bernama akrilamida bila dimasak dalam suhu tinggi.

Dr. Sethi menekankan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara teratur dikaitkan dengan stres oksidatif dan peradangan kronis, lingkungan tempat kanker tumbuh subur.

Memanggang sayuran dan camilan dengan udara terbuka dapat mengurangi penggunaan minyak secara drastis sekaligus menjaga kerenyahannya. Gunakanlah minyak zaitun untuk menumis ringan dan mengisi piring dengan sayuran panggang menambah cita rasa tanpa kandungan racun.

4. Daging terlalu matangMakanan apa pun yang dimasak terlalu matang juga berbahaya bagi kesehatan. Dr. Sethi menyoroti bahaya tersembunyi, saat daging atau makanan terlalu matang atau gosong, daging akan menghasilkan amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang diketahui dapat merusak DNA. Kerusakan DNA yang berulang menjadi jalan menuju perkembangan kanker.

Daripada memanggang pada suhu tinggi, pilihlah memasak dengan api kecil, mengukus, atau memanggang. Jika memanggang tidak dapat dihindari, merendam daging terlebih dahulu dapat secara signifikan mengurangi pembentukan senyawa berbahaya. Menambahkan herba kaya antioksidan seperti rosemary dan timi juga membantu.

5. AlkoholDr. Sethi menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah sedang, dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi terkait hormon seperti kanker payudara dan hati. Alkohol dapat mengubah kadar estrogen dan mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting seperti folat, yang berperan dalam perbaikan DNA.

Alih-alih alkohol, minuman fermentasi seperti kombucha (non-alkohol), bit kanji, atau bahkan jus buah delima dapat menawarkan rasa asam dan manfaat kesehatan. Alternatif ini kaya akan probiotik dan polifenol yang mendukung sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.

6. Mie instanMi instan dan makanan siap saji dianggap dapat membahayakan tubuh.

Makanan ini tidak mengandung nutrisi alami dan mengandung banyak aditif buatan, gula olahan, dan lemak tidak sehat. Dr. Sethi menekankan bahwa konsumsi makanan olahan ultra proses yang sering memicu peradangan kronis tingkat rendah, salah satu faktor utama dalam proses kanker.

Menyiapkan makanan rumahan sederhana menggunakan biji-bijian utuh, sayuran segar, kacang-kacangan dapat menurunkan penanda peradangan secara drastis. Bahkan semangkuk khichdi atau nasi lentil dengan sayuran atau oat dapat menawarkan nutrisi penyembuhan tanpa bahan sintetis.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Kesehatan

Pemko Medan Akan Sempurnakan SE Terkait Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Nonhalal

Kesehatan

Pastikan Bapokting Aman, Subdit I Indag Krimsus Polda Sumut Sidak Pasar di Medan

Kesehatan

Boydo Panjaitan Bantah Aksi Tolak SE Wali Kota Bawa Simbol Agama

Kesehatan

Aliansi Umat Islam Minta Surat Edaran Wali Kota Dijadikan Perda

Kesehatan

Aliansi Umat Muslim Kota Medan Aksi Damai di Depan Balai Kota Dukung SE Wali Kota Medan