Punguan Marga Jangan Hanya Menggeluti Masalah Adat

Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 20:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_6024_Punguan-Marga-Jangan-Hanya-Menggeluti-Masalah-Adat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto SIB/Jamida Habeahan
Ketua Umum Himaba Edwin Pamimpin Situmorang SH MH (pegang mig) menyampaikan terimakasih kepada peserta perteman, didampingi pengurus Himaba lainnya. 

Jakarta (SIB)

Punguan marga marga sesungguhnya jangan hanya menggeluti masalah adat, tetapi juga harus berperan membantu pemerintah membina masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih berkualitas, produktif dan kreatif, sehingga lebih bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tokoh masyarakat Batak, Letjen TNI (Purn) TB. Silalahi menyatakan hal itu dalam acara penandatanganan kerjasama Himpunan Marga Batak (Himaba) dengan Mr Montir ( Sinar Mas Grup), Kamis (20/2) di gedung Sopo Marpangkir, Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Naskah kerjasama itu, ditandatangani oleh Ketua Umum Himaba Edwin Pamimpin Situmorang, SH MH dengan Otto Peranginangin mewakili Sinar Mas Grup, dan disaksikan pengurus Himaba lainnya, di antaranya Bungaran Sitanggang SH MH (Sekjen) Yocky M. Hutagalung, Negeri Sirait SH, Halomoan Tamba dan lain sebagainya.

Juga hadir sejumlah Ketua Ketua Marga anggota Himaba, akademisi, politisi, dan generasi muda, yang jumlahnya sekitar 500 orang.

TB Silalahi mengharapkan agar Himaba mampu menggalang persatuan dan kesatuan bagi masyarakat Batak, sehingga lebih berperan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Sebagai organisasi marga marga, Himaba harus bisa sebagai koordinator seluruh marga marga Batak melalui program yang nyata dan konkrit,” ujar TB Silalahi sambil menambahkan untuk mewujudkannya memang tidak gampang, bahkan menghadapi tantangan yang sangat berat.

Sebab, selain menghilangkan atau meminimalisasi yang namanya “Hotel” ( hosom, teal dan elat dan late) bagi masyarakat, juga perlu diperhatikan masalah kecepatan, kecerdasan, kreatifitas, visi dan karakter.

Hal ini sejalan dengan pengabdian Ompu i Nommensen untuk memajukan masyarakat Batak, yakni masalah keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan.

Karena itulah, dalam Era 4.0, kualitas Sumber DayaManusia (SDM) yang bersaing (kompetitif) sangat dibutuhkan kecepatan, kecerdasan, kreatifitas visioner, kolaborasi dan karakter.

Dalam pemaparannya yang, hampir dua jam, TB Silalahi juga menyinggung suatu negara bisa hancur karena beberapa hal karena kehilangan ideologi dan tidak ada lagi unsur pemersatu. Kehilangan rasa nasionalisme. Para elit politik saling merebut power dengan cara cara paksaan sehingga bertentangan dengan undang undang. Pemimpinnya dalam semua tingkat korupsi. Rakyat tidak percaya lagi kepada pemimpin pemimpinnya. Dan faktor ekonomi, politik, dan budaya lainnya, termasuk kerusakan lingkungan hidup.

Terkait kehidupan dan budaya masyarakat Batak, kata TB Silalahi, simbol yang terkandung dalam “Martonggo Raja “ adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tercipta dan terwujud persatuan, persaudaraan, kemakmuran, kesehatan dan kesaktian.

Ketua Umum Himaba Edwin P Situmorang mengharapkan, agar semua Ketua Umum marga marga, terutama yang berada di Jabodetabek menjalin kerjasama dengan Himaba, untuk melaksanakan berbagai program, baik menyangkut seni dan budaya Batak, maupun kegiatan lain yang bermanfaat bagi pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Sekjen Himaba Bungaran Sitanggang menambahkan, kerjasama Himaba dengan Sinar Mas Grup, antara lain dibidang usaha perbengkelan (outlet), modal usaha melalui Bank Sinar Mas, pendidikan mantir dan penempatannya secara gratis dan lain sebagainya.

Sahala Panggabean, Direktur Nasari Koperasi ikut menyampaikan persentase tentang Usaha Kecil dan Menengah (UKM ). (J01/c)

Berita Terkait

Komunitas

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Komunitas

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Komunitas

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Komunitas

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Komunitas

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Komunitas

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan