Ketua MPR Gandeng Komunitas Kampanye Kurangi Sampah Plastik

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 18:27 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_8940_Ketua-MPR-Gandeng-Komunitas-Kampanye-Kurangi-Sampah-Plastik.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggandeng Gerakan Keadilan Solidaritas Bangun Kebangsaan (GERAK BS) dalam mengampanyekan pengurangan kemasan plastik.

Jakarta (SIB)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggandeng Gerakan Keadilan Solidaritas Bangun Kebangsaan (GERAK BS) dalam mengampanyekan pengurangan kemasan plastik. Ia dan komunitas GERAK BS mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik melalui penggunaan tumbler minum hingga kantong belanja ramah lingkungan dalam berbagai kegiatan hidup sehari-hari.

"Riset McKinsey and Co bersama Ocean Conservancy menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua dunia, peringkat pertama ditempati China. Laporan Bank Dunia 2019 menyebutkan dari 3,2 juta ton sampah plastik yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya, 87 persen dibuang ke laut.

Indonesia menjadi pencemar sampah plastik kedua terbesar dunia setelah China. Karenanya, butuh kesadaran dari seluruh warga untuk mengurangi penggunaan sampah plastik," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2).

Sebagai Ketua Dewan Pembina GERAK BS, Bamsoet juga menyoroti sebuah survei pada 2019 yang memerlihatkan hanya 22 persen rumah tangga di Indonesia yang sadar memisahkan sampah plastik secara khusus. Padahal, kata dia, meminimalisir penggunaan sampah plastik juga patut diiringi kesadaran warga untuk memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya.

"Tak hanya di rumah tangga, tak jarang kita temui di ruang publik walaupun sudah disediakan kantung sampah khusus plastik, namun warga masih saja abai dan malah membuang sampah plastik di bagian sampah organik," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, sampah plastik bisa dipisahkan secara khusus, memudahkan para pendaur ulang dan memberikan nilai berkelanjutan bagi perekonomian. Hasilnya bisa dijadikan campuran cairan aspal, sumber energi listrik, cacahan biji plastik, pipa plastik, hingga dikonversi menjadi bahan bakar, maupun pembangkit listrik tenaga sampah.

"Dari sisi regulasi, Indonesia sudah punya berbagai aturan untuk menjaga lingkungan hidup tetap asri. Antara lain Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tinggal bagaimana kesadaran kita mengimplementasikannya. Karena kita hanya punya satu bumi yang perlu dijaga dan dirawat. Jika bumi ini rusak, rusak jugalah kehidupan umat manusia penghuninya," pungkas Bamsoet. (detikcom/q)

Berita Terkait

Komunitas

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo

Komunitas

Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara

Komunitas

Ramadan 1447 H, Bupati Labura Bersama Dandim dan Kapolres Kunjungi Masjid Syuhada Desa Silumajang

Komunitas

Pastikan Kamtibmas Selama Ramadan, Polisi dan Forkopimcam Razia Gabungan di Teluk Nibung

Komunitas

Ipda Ramadhan Hilal Tangkap Warga Pemilik Sabu 5,88 Gram di Aek Kanopan Timur

Komunitas

Polresta Deliserdang Gagalkan Peredaran 21 Kg Lebih Sabu, 2 Kurir Ditangkap