Seorang Wartawan Nyaris Dipukul Oknum Personil Polsek Medan Timur dengan Senjata

* Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson B Pasaribu : Tidak Benar, Itu Sterilisasi Pengunjung
- Rabu, 13 Juni 2018 17:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Seorang wartawan harian lokal, Sudarmanto alias Anto (40), nyaris menjadi korban pemukulan yang dilakukan oknum personil Polsek Medan Timur berinisial A, Senin (11/6). Selain emosi dan hendak memukul Anto dengan gagang senjata laras panjang organik Polri di kawasan Mapolsek Medan Timur, A juga sempat membentak salah seorang personel polisi yang berniat meredakan emosinya, Senin (11/6) sore.

Kepada SIB, Selasa (12/6), Anto mengatakan, keberadaannya di Mapolsek Medan  Timur karena ada janji temu dengan seseorang di sana. Namun saat menunggu di depan bangunan sebelah Mapolsek Medan Timur, tiba-tiba A yang saat itu mengenakan pakaian biasa tanpa alas kaki mendatanginya.

 "Tiba-tiba, dia datang sambil marah-marah dan mengusir saya. Saya berada di situ karena mau mengantarkan surat, kepada seseorang yang janjinya bertemu di mesjid samping  Mapolsek Medan Timur. Sama sekali tidak ada kepentingan dengan petinggi atau personil Polsek Medan Timur," ujarnya.

Meski Anto telah menjelaskan dan menunjukkan identitasnya sebagai  wartawan, A yang semakin marah malah mengarahkan senjata laras panjangnya dan hendak memukulkan ke arah Anto. Tak hanya itu, A bahkan menantang duel personil polisi yang hendak menengahi kejadian  itu.

"Banyak personil polisi yang melihat, bahkan ada seorang perwira yang berniat melerai malah ditantangnya berduel. Di piket Polsek Medan Timur ada rekaman CCTV, pasti aksi arogan oknum polisi itu terlihat," sebutnya.

A akhirnya bisa ditenangkan oleh beberapa warga lainnya. Sementara, perwira polisi tadi kemudian memilih meninggalkan lokasi.

"Saya tadi kasihan lihat rekan wartawan itu, makanya saya berusaha melerai," jelas perwira polisi itu.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Bugner Pasaribu menyebutkan, hal itu merupakan sterilisasi pengunjung untuk keamanan Polsek. Pihaknya mewajibkan para pengunjung meninggalkan identitas saat hendak memasuki Mapolsek Medan Timur.

"Kata nyaris itu artinya tidak terjadi. Info dari Kanit Provos, hal tersebut tidak benar. Polsek Medan Timur harus melakukan sterilisasi terhadap pengunjung, guna keamanan. Jadi setiap pengunjung wajib meninggalkan identitas jika hendak memasuki Mapolsek, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Penyebabnya hal-hal sepele menurut orang lain, sehingga seolah-olah mempersulit saat hendak masuk Polsek. Padahal itu untuk keamanan. Siapapun dia dan apapun profesinya. Jadi bagi yang tidak berkenan, biasanya menolak untuk diperiksa. Padahal itu hanyalah semata untuk keamanan," jelasnya. (A15/l)


Tag:

Berita Terkait

Kriminal

DPC PDIP Medan Minta Tunda Pengosongan Pasar Sambas Sampai Akhir Lebaran

Kriminal

Perkuat Pengawasan Perbankan, OJK Dorong Kontribusi ke Perekonomian Nasional

Kriminal

Awal 2026, KAI Sumut Angkut 58.283 Ton Barang, Paket Retail Melonjak

Kriminal

Bupati Deliserdang Kukuhkan FPLA 2025-2030, Pemuda Diminta Jadi Garda Toleransi

Kriminal

Anggota DPRD Medan Ingatkan RS Tak Tolak Pasien UHC

Kriminal

Dump Truk Fuso Hantam Alphard dan CR-V di Ring Road Medan