Medan (SIB) -Selama dua pekan, Ditresnarkoba Poldasu dan jajaran mengungkap 473 kasus narkoba dan menangkap 611 tersangka dalam penyergapan di sejumlah lokasi di Sumut.
"Dari para tersangka disita barang bukti 3.720 gram sabu, 330 Kg ganja dan ribuan pil ekstasi," kata Dirresnarkoba Poldasu Kombes Hendri Marpaung melalui Wadir AKBP Frenky Yusandy kepada wartawan, Minggu (9/9).
Dari ungkapan itu, sebutnya, hampir 70 persen tangkapan dari Kabupaten/Kota Pantai Timur. "Dari angka di atas selain menunjukkan kinerja petugas juga menunjukan bahwa dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumut masih tetap ada walaupun upaya penegakan hukum terus dilaksanakan," kata Frenky.
Ditegaskannya, Poldasu dan jajaran saat ini sedang bekerja optimal dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba. "Tidak cukup hanya polisi yang bekerja namun perlu kerjasama dan partisipasi aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba mulai dari lingkungan terdekat," jelasnya.
Menurutnya, narkoba hanya akan menang jika seluruh elemen masyarakat tidak berbuat nyata. Lanjutnya, Poldasu tetap melakukan penegakan hukum berupa ungkap dan menangkap berbagai pelaku narkoba.
Dijelaskannya, ada tiga permasalahan kenapa narkoba dari Malaysia masuk ke Sumut. Pertama karena faktor geografis Provinsi Sumut dan Aceh berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga merupakan jalur favorit sindikat selain langsung mengirimkan barang ke Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Kedua, lanjutnya, faktor permintaan narkoba untuk digunakan atau diedarkan lagi di Sumut atau dialirkan lagi keluar Sumut masih ada. Ketiga, faktor ekonomi bahwa rangkaian peredaran barang juga melibatkan rangkaian ongkos/upah di setiap level/mata rantai para pelaku nya (misal upah mengantar barang per kg adalah Rp10 juta).
"Faktor lain yang berpengaruh adalah sindikat narkoba adalah kelompok tertutup dengan modus yang senantiasa berubah dan berkembang mengikuti situasi dan manuver petugas dari Polri. BNN, Bea Cukai dan lain-lain," katanya.
Dijelaskannya, upaya mengungkap jaringan besar dan kecil adalah sama pentingnya. "Dengan segala keterbatasan Polri harus bekerja sangat sangat efektif," kata Frenky. (A18/d)