STM Hilir (SIB) -Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga sudah mengapung di Sungai Belumai, Dusun I Tungkusan Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang, Kamis (11/10) pagi. Jasad pria diperkirakan berusia 40-an tahun itu diduga merupakan korban pembunuhan karena saat ditemukan tewas dengan kondisi kaki dan tangan terikat.
Kapolsek Talunkenas, AKP Hotman Samosir menerangkan, korban ditemukan mengenakan kaos putih bertulisan Desse. Tangan dan kaki korban terikat tali kuning, posisi tangan terikat berada di belakang badan.
"Kondisi mayat sudah membengkak dan membusuk, diperkirakan telah mengapung selama 3 hari," ucap Kapolsek Talunkenas.
Jasad itu pertama ditemukan warga setempat bernama Faisal (29) dan Jaya (53). Temuan kemudian dilaporkan kepada Hasbulah Hadi (40) selaku Kepala Dusun I Tungkusan Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir yang kemudian meneruskannya ke Polsek Talunkenas.
Pihak Polsek Talunkenas kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Reskrim Polres Deliserdang untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan di sekitar lokasi serta membawa korban ke RSU Bhayangkara Medan untuk diotopsi.
Misteri mayat tanpa identitas yang ditemukan warga Dusun I Tungkusan Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir ini akhirnya langsung terungkap. Seorang wanita bernama Desy Rahmawati warga Kecamatan Tanjungmorawa setelah berkoordinasi ke Polsek Tanjungmorawa lalu mendatangi lokasi penemuan mayat.
Desy Rahmawati terkejut, ternyata berdasarkan ciri-ciri dan pakaian yang digunakan korban, jasad itu adalah ayah kandungnya bernama Muhajir (49) warga Dusun III Gang Rambutan Desa Bangunsari Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang.
Berdasarkan informasi dihimpun SIB, korban Muhajir bersama istri dan seorang anaknya yang masih duduk di bangku SD tidak diketahui keberadaannya sejak, Senin (8/10) malam lalu. Sementara tempat tinggal Desy Rahmawati tidak begitu jauh dari kediaman orangtuanya.
Desi Rahmawaty bersama suaminya sudah menghubungi berulangkali melalui telephone seluler (HP) milik ayahnya, Muhajir. Saat HP dihubungi aktif, namun tidak diangkat. Merasa curiga, Desi bersama suami mendatangi tempat tinggal orangtuannya.
Mereka terkejut ketika melihat HP dan KTP ayahnya berada di atas meja di dalam rumah, sedangkan Ayah, Ibu dan adik Desy yang paling bungsu tidak berada di rumah sudah larut malam.
Lalu, Desi Rahmawaty bersama suaminya pada Selasa (9/10) pagi menghubungi Polsek Tanjungmorawa, dan polisi melakukan penyelidikan serta membuat garis polisi line di sekitar kediaman orangtua Desy Rahmawati.
Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Budiono saat dihubungi SIB melalui telephone selulernya menjelaskan polisi sudah mendatangi kediaman orangtua Desy dan mengumpulkan bukti-bukti, saksi serta melakukan penyelidikan terkait keberadaan ayah, ibu dan adik bungsunya Desy.
"Saat kita cek rumah orangtua Desy di lokasi TKP, tidak ada barang yang rusak dan rumah dalam keadaan bersih. Bahkan barang-barang tidak satupun ada yang hilang. Orangtua korban sebagai manajer di pabrik kacamata Ujung Serdang Kecamatan Tanjungmorawa" kata Kapolsek, Budiono.
Saat ada penemuan mayat tanpa identitas di STM Hilir, lalu Polsek Tanjungmorawa memberitahukan Desi Rahmawaty dan suaminya. " Setelah melihatnya, Desy menemukan ada tanda bekas luka jahitan akibat kena gerinda di kedua kaki ayahnya. Baju yang digunakan korban juga dikenal Desy karena ada tulisan yang merupakan merk usaha konveksi baju milik keluarga," ucap Budiono. (C05/c)