Pancurbatu (SIB)- Dua kelompok pemuda bentrok di Jalan Jamin Ginting Km 17, Simpang Namorih Desa Lama, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (10/11). Lima orang dari kedua kelompok yang bertikai itu mengalami luka terkena senjata tajam dan benda keras.Motif bentrokan tersebut masih dalam penyelidikan polisi, namun diduga terkait perebutan lahan. Data yang diterima dari lapangan, kelompok pemuda yang diketuai YS (30) warga Pancurbatu bertemu dengan kelompok pemuda yang dikomandoi EYB (35) warga Dusun Namo Salak Desa Lama di Jalan Simpang Namorih, Pancurbatu.Awalnya di antara mereka sempat terlibat cekcok mulut, namun akhirnya terjadi adu fisik. Masing-masing kedua kelompok ini dilengkapi senjata tajam dan benda keras. Saling serang pun tak terelakkan lagi.Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tak berani melerai dan memilih menghindar karena takut menjadi sasaran pertikaian dari kedua kelompok tersebut. Petugas Polsek Pancurbatu dipimpin Kapolsek Kompol Faidir Chaniago SH MH bersama Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan SH MH yang menerima laporan turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan dan penanganan Bahkan, untuk membantu tugas Polsek Pancurbatu dalam meredam aksi pertikaian di antara kedua kelompok tersebut, personil Polrestabes Medan dipimpin Kapolrestabes Kombes Pol Dadang Hartanto, SIK turun ke lapangan.Selain korban jiwa, dampak dari aksi bentrokan berdarah itu juga mengakibatkan satu unit sepeda motor jenis matic milik salah satu kelompok pemuda hangus terbakar. Seluruh korban luka dilarikan ke RSUP H Adam Malik guna mendapat perawatan intensif.Lima orang dari kedua kelompok tersebut yang mengalami luka-luka masing-masing, Yustin Surbakti alias Pio (luka bacokan di kedua tangannya), Yusuf Sitepu (37), Ijul Frendi Sembiring (25), serta Edi Yonatan Bangun (luka bacok di lengan kanan), Imanuel Gurusinga (39) warga Desa Durin Simbelang, Pancurbatu (luka bacok di bagian kepala). Akibat kondisi lukanya yang cukup parah, Yustin Surbakti dirujuk ke RSU Colombia Jalan Listrik Medan.Pantauan wartawan di RSUP H Adam Malik, terlihat ratusan pemuda yang merupakan satu kelompok dengan kelompok pemuda yang bertikai tersebut memadati halaman rumah sakit. Kedatangan mereka ke rumah sakit untuk melihat kondisi rekan mereka yang mengalami luka-luka.Puluhan pemuda tersebut juga sempat terpancing amarahnya begitu mendapat laporan kalau anggota dari salah satu kelompok yang bertikai kembali melakukan serangan ke rumah keluarga rekan mereka. Namun, setelah ditenangkan oleh Kasat Sabhara Polrestabes Medan Kompol Sony didampingi tokoh masyarakat Pancurbatu Sumbul Sembiring bahwasanya berita itu hanya isu saja, puluhan pemuda itu akhirnya bisa menahan diri.Mereka (puluhan pemuda) hanya berpesan kepada pihak kepolisian, agar mengusut tuntas bentrokan tersebut. "Kami hanya minta polisi bekerja secara profesional dan tidak berat sebelah. Pihak kepolisian juga harus tanggap dalam upaya memediasi perdamaian di antara kedua kelompok pemuda yang bertikai itu, agar tidak kembali terjadi bentrok susulan," ujar seorang pemuda.Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago SH MH mengatakan, motif bentrokan itu diduga terkait perebutan lahan."Sebelumnya, atas nama Muspika Pancurbatu, kita sudah berusaha memediasi kedua kelompok ini agar saling menahan diri untuk tidak melakukan aksi kekerasan. Namun, sepertinya sulit untuk mendapatkan win-win solution (solusi terbaik), karena masing-masing kelompok mengaku memiliki mandat resmi dari pihak yang bersangkutan," ujar Faidir. (A17/d)