Tanah Karo (SIB)
Dua kasus pembunuhan yang menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Karo hingga akhir tahun 2019 belum terungkap.
Pertama seorang penjaga kantin sekolah merangkap kebersihan SMK Negeri Merek tewas dibantai orang tak dikenal pada 8 Maret 2018 lalu. Korban bernama Hearani (30), sudah bekerja di sekolah tersebut lebih kurang 1 tahun beserta suaminya. Namun saat kejadian, suami korban tidak berada di tempat karena berada di luar kota mengunjungi keluarga.
Korban ditemukan tewas mengenaskan. Jasad wanita tersebut ditemukan dalam keadaan mulut dibalut lakban, serta tubuh penuh luka tikaman. Beberapa saksi sudah dipanggil dan diperiksa, namun kasus tersebut belum menemukan titik terang siapa pelakunya.
Kedua, pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Quality Berastagi, Sri Muliati yang ditemukan bersimbah darah di kamar rumah kontrakannya Gang Sempurna, Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe pada 22 Juni 2019 .
Untuk kasus tersebut, Satuan Reskrim Polres Tanah Karo masih terus melakukan proses penyelidikan. Beberapa saksi telah dimintai keterangan di antaranya, teman dekat korban, tetangga, serta teman di tempat Sri kuliah. Namun hingga kini belum ada seorang pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu.
Ketika hal itu dikonfirmasi ke Kapolres Tanah Karo melalui Kasat Reskrim AKP Sastrawan Tarigan di ruang kerjanya, Rabu (15/1) mengakui dua kasus pembunuhan tersebut belum terungkap.
Menurut Tarigan, pihaknya terus melakukan proses penyelidikan agar dapat mengungkap kedua kasus pembunuhan tersebut.
Disinggung apa yang menjadi kendala sehingga kedua kasus pembunuhan itu belum juga terungkap, dia hanya menyebut pihaknya tetap berusaha mengungkap kedua kasus pembunuhan itu. (BR2/f)