Pematangsiantar (SIB)
Diduga tidak senang, seorang pria inisial MEH (25) tega menganiaya korbannya, Syahdan Kesumayadi (38) hingga tewas di salah satu cafe di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (16/2), dini hari.
Informasi dihimpun, korban yang tidak lain merupakan tetangga pelaku tinggal di Jalan Setia Negara 1 Sitio-tio, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari.
Kejadian berawal ketika korban dan pelaku bersama temannya (saksi), minum tuak di salah satu cafe di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (15/2) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Singkat cerita setelah menghabiskan waktu berkisar satu jam lebih menikmati tuak di cafe dimaksud, pelaku dan korban hendak pulang ke simpang Rindam Jalan Setia Negara, Minggu (16/2) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.
Namun, di saat hendak pulang, korban marah-marah kepada pelaku dan temannya Walki Tanjung (saksi). Pelaku mengatakan kepada korban agar mengajak pulang temannya karena dia (pelaku) hendak mengambil sepeda motor di lokasi cafe tersebut.
Tidak diduga, korban yang merasa keberatan langsung marah-marah dan menarik baju MEH dan saat itulah pelaku merasa tidak senang dan emosi, lalu memukul wajah korban dengan menggunakan tangan kanannya hingga terjatuh hingga tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Kejadian itu diketahui salah satu pengunjung yang minum tuak di warung dimaksud bernama Sumardi, lalu membantu memasukkan korban ke dalam becak untuk dibawa ke rumah sakit. Namun demikian, nyawa korban tidak terselamatkan lagi.
Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar, Ipda Wilson Panjaitan saat dimintai tanggapan perihal itu, Senin (17/2), membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah olah TKP dan mengamankan seorang pria inisial MEH di kediamannya di Jalan Setia Negara yang diduga pelaku penganiayaan yang menewaskan korbannya.
"Sudah kita amankan satu orang yang diduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut, pasca insiden yang menghilangkan nyawa korbannya Syahdan. Sementara istri korban sendiri sudah membuat laporan resmi ke Polres Pematangsiantar," katanya.
DIHUKUM
Pasca insiden yang menewaskan suaminya Syahdan Kesumayadi, Desi (37) yang merupakan istri korban memiliki tiga anak ini masih merasakan duka mendalam bersama keluarganya.
Ditemui di kediamannya di Jalan Setia Negara 1 Sitio-tio, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (17/2) siang sekira pukul 14.00 WIB, ibu yang mengenakan jilbab berwarna hitam ini mengatakan, dia bersama keluarga masih berkabung pasca insiden yang menewaskan suaminya.
Diterangkan Desi, suaminya selama ini tidak pernah didengarnya ada masalah dengan orang lain termasuk sama pelaku yang tidak lain tetangga rumah mereka. "Saya pun kaget setelah menerima kabar suami ku tewas dianiaya pelaku. Kejadian itu diketahui dari salah satu tukang becak bernama Sumardi yang saat itu sama minum tuak di Jalan Bandung, Minggu (16/2) dini hari," katanya.
Mendapatkan kabar itu, dia bersama keluarga datang ke rumah sakit Djasamen Saragih dan hasil keterangan dokter suaminya meninggal akibat terkena pukulan dari pelaku sehingga mengakibatkan tidak sadarkan diri. "Ada bekas luka di bagian wajah suami ku, karena terkena pukulan. Itulah hasil keterangan dokter kepada kami bang," terangnya.
Saat ditanya apakah harapan pihak keluarga pasca insiden yang menewaskan suaminya itu, Desi didampingi keluarga meminta aparat kepolisian supaya menegakan keadilan dengan menghukum pelaku seberat-beratnya. "Nyawa suami saya sudah dihilangkannya dan tentunya tidak bisa hidup lagi. Kita meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya lah atas perbuatan yang dilakukannya," terangnya. (S10/c)