Keluarga Minta Bantuan Presiden dan Kapolri Ungkap Kematian Cucu Polisi yang Diduga Dibunuh

Redaksi - Selasa, 05 Maret 2024 18:35 WIB
Foto: SIB /Oki Lenore
MINTA BANTUAN PRESIDEN: Monang Siringoringo dan boru Simanjuntak, orangtua Fajar Alfian Krisanto Siringoringo, minta bantuan Presiden dan Kapolri, di Medan, Senin (4/3), didampingi penasihat hukumnya Jose Silitonga dan Ranto Sibarani, Kamaludin P

Medan (SIB)

Orangtua Fajar Alfian Krisanto Siringoringo minta bantuan Presiden dan Kapolri untuk mengungkap kematian cucu polisi tersebut yang diduga dibunuh dan kemungkinan melibatkan anggota keluarganya. Di Medan, didampingi penasihat hukum Dr Jose Silitonga SH MA dan Ranto Sibarani SH serta Kardi Pane SH MH, orangtua pun mengeluhkan lambannya penanganan dugaan pembunuhan itu yang terjadi pada 2021.

Ibu almarhum boru Simanjuntak di Medan, Senin (4/3), mengatakan, putranya wafat pada 29 Agustus 2021 di Bekasi Selatan. Kemudian, lanjutnya, karena ada kejanggalan, mayat diotopsi 6 bulan kemudian dari makam di Simalingkar B Medan. Kemudian kepolisian menetapkan tersangka pembunuhnya yakni MMP tapi kemudian dibatalkan dalam sidang praperadilan Pengadilan Negeri Bekasi Kota. “Banyak novum, bukti baru yang ditemukan, termasuk kesaksian dari keluarga. Inilah dasar kami minta Presiden dan Kapolri memberi perhatian untuk mengungkapkannya,” ujarnya didampingi suaminya Monang Siringoringo dan Ranto Sibarani, Kamaludin Pane serta Rudy Simanjuntak.

Kronologi kejadian, menurut br Simanjuntak, anaknya diduga dibunuh yang ditemukan tergantung meninggal dunia pada 29 Agustus 2021 di Jalan Letnan Arsyad 5 No.23 RT/RW: 004/012, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. "Sebelumnya, kami juga sudah membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/B/2403/IX/2021/Satreskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 22 September 2021," sambungnya mengenai anaknya yang bekerja di Bank BRI Karawang dan selama ini berdomisili di Bekasi Timur bersama dengan istrinya yaitu MMP dan seorang anaknya yang masih berusia 15 bulan.

Sejumlah keanehan ditemui dalam proses hendak pemakaman dan semakin kentara ketika jenazah dibawa dari Bekasi dan tiba ke rumah orangtuanya di Padang Bulan - Medan pada tanggal 30 Agustus 2021.

MMP menjelaskan Fajar meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamarnya tapi foto-foto yang ada, Fajar tergantung di pintu kamar mandi dengan kain seprai. Tetapi saksi dari tetangga melihat hal lain.

Saksi dimaksud mengaku kepada Monang Siringoringo mendengar ada keributan setelah abang MMP datang ke rumah Fajar. Monang Siringoringo mengaku melihat ada kejanggalan lain pada mayat anaknya di mana tidak ada lidah menjulur sebagaimana ciri-ciri orang gantung diri.

Ia juga melihat mayat Fajar dengan pipi bengkak dan ada memar di dahi, ada juga goresan di leher dan sepatu Fajar juga diikat dengan kain putih ke kaki Fajar. “Kejanggalan-kejanggalan tersebut menguatkan bahwa Fajar meninggal dunia dengan cara dibunuh. Apalagi melihat memar di belakang kepala yang oleh dokter kena ke batang otak,” jelasnya.

Atas kecurigaan, keluarga melaporkan dan kepolisian kemudian membongkar kuburan Fajar di TPU Simalingkar B pada tanggal 19 Februari 2022 untuk melakukan ekshumasi dan uji forensik terhadap mayat Fajar Siringoringo.

Ranto Sibarani memastikan kasus kematian Fajar Siringoringo banyak ditemukan kejanggalan. Di mana, setelah melapor kasus itu ke polisi dan 6 bulan kemudian pihak kepolisan membongkar makam dari Fajar Siringo-ringo untuk diperiksa dan kasus naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. "Disini, artinya pihak kepolisian sudah mulai curiga ada yang membunuh dan mulai September 2022 sampai hari ini belum juga ada tersangkanya," terang pengacara tersebut sambil mengatakan bantuan dari Presiden dan Kapolri sangat diharapkan sebab menurutnya ada impossible hand hingga kasusnya berlarut-larut bahkan ketika sudah ditetapkan tersangka namun kemudian digugurkan pun adalah satu hal yang mengejutkan. (**)


Tag:

Berita Terkait

Kriminal

Polres Tanjungbalai Ikuti Peresmian 1.179 SPPG Polri oleh Presiden

Kriminal

Viktor Silaen Dorong Pembentukan Satgas Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi Tangkal White Supremacy dan Neo-Nazi

Kriminal

Bupati Batubara Ikuti Peresmian SPPG Seluruh Indonesia oleh Presiden

Kriminal

Zeira Salim: Program Gentengisasi Prabowo Hendaknya Prioritaskan Bagi Korban Bencana Sumatera

Kriminal

Heboh! Trump Tolak Minta Maaf Usai Video Rasis Obama Gegerkan AS

Kriminal

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kadisdik Nias Ajak Siswa Pungut Sampah