Humbahas (harianSIB.com)Puluhan pemuda diduga mengeroyok Alfredo Simanullang (20 tahun) di terminal Doloksanggul selesai menonton pertunjukan pasar malam sekitar pukul 22.00 WIB, diduga akibat salah paham. Korban akhirnya meninggal dunia. Hal ini disampaikan kerabat korban, Jandostahi Simanullang saat dikonfirmasi Jurnalis SIB News Network (SNN) selesai prosesi pemakaman, di Desa Hutabagasan, Kecamatan Doloksanggul, Senin (2/9/2024).
*Mewakili keluarga korban, kami sangat berduka atas meninggalnya anak kami, harapan kami, aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Humbahas agar menindak tegas para pelaku, tangkap dan hukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia karena tindakannya tersebut sudah sangat dan sangat sadis," ucap Jandostahi.
Aksi pengeroyokan ini terjadi Sabtu (31/8/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, si korban dengan pelaku terjadi cekcok mulut, kurang terima, pelaku memanggil temannya melalui telepon seluler.
"Tidak berselang lama, sekelompok pemuda berhamburan langsung melakukan
pengeroyokan terhadap korban. Korban terkapar dan salah satu pelaku langsung mencekik leher si korban lalu kepalanya dibenturkan ke batu menyebabkan si korban tidak sadarkan diri. Selanjutnya, pelaku lainnya menjambak rambut korban dan menyeret," ucap Jandostahi.
Akibat luka parah di kepala bagian belakang dan luka lebam di sekitar mulut dan muka korban, menyebabkan korban tidak terselamatkan. Untuk tindakan penyelidikan, korban dibawa ke RSU Adam Malik, Medan.
Selesai visum korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Hutabagasan, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas dan prosesi pemakaman.
Kapolres Humbahas, AKBP Hary Ardianto SH SIK MH dan Kasat Reskrim, Bram Candra Sihombing SH SIK MH tidak bisa dikonfirmasi karena tugas luar. Melalui Humas Polres Humbahas, Delmar Sitompul menyebutkan, sejauh ini masih enam orang diamankan yang diduga pelaku pengeroyokan, sedangkan yang lainnya dalam pencarian. (**)