Medan (harianSIB.com)Polsek Medan Kota segera bertindak tegas dengan menangkap para pelaku
pengeroyokan tiga orang abang beradik pada Selasa (24/12/2024) yang mengakibatkan ketiganya babak belur dan harus mendapat pengobatan.
Hal tersebut disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Bambang Wahid kepada harianSIB.com saat dikonfirmasi terkaitLaporan Polisi Nomor: LP/B/799/XII/2024/SPKT/Polsek Medan Kota/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 25 Desember 2024 lalu.
"Saya panggil Juper, minta supaya proses dipercepat dan bilamana sudah cukup biar ditangkap saja," ujar Bambang, Jumat (27/12/2024).
Bambang tidak menampik para pelaku yang diduga sering melakukan keonaran masih bebas berkeliaran.
Berdasarkan laporan polisi yang dikeluarkan
Polsek Medan Kota, pelapor atas nama Dwi Angga Sakti Butar-butar (18) melaporkan dugaan tindak pidana
pengeroyokan, Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 170 KUHP juncto 351 KUHP yang terjadi di
Jalan Samanhudi depan RSIA Stella Maris
Kelurahan Jati,
Kecamatan Medan Maimun, Medan Sumatera Utara pada Selasa (24/12/2024) sekira pukul 01.00 WIB.
Atas tindak pidana kekerasan tersebut pelapor dan dua korban lainnya babak belur. Pelapor mengalami kepala luka, robek di wajah, sementara dua korban lainnya Jones mengalami luka lecet di kepala dan korban Satria Bakti Butar-Butar mengalami luka pada samping mata sebelah kiri luka robek.
Berdasarkan pengakuan ayah korban, Marudut Butar-Butar, kejadian bermula saat pelapor Dwi dan adiknya Satria mengendarai sepeda motor berboncengan menjemput korban Jones pulang kerja dari Cambridge.
"Setelah menjemput Jones lalu Dwi berboncengan 3 dengan Sakti pulang ke rumah dan saat melintas di Jalan Samanhudi di TKP para pelaku, LS Cs berkumpul di depan rumah dan meneriaki pelapor dengan kata-kata kotor," ujarnya.
Selanjutnya, karena tidak terima dimaki Dwi berhenti dan mempertayakan maksud meneriaki dengan kata kotor kepada pelaku namun bukannya mendapat penjelasan akan tetapi Dwi bersama kedua korban dikeroyok oleh para pelaku.
"Ketiganya babak belur dihajar para pelaku dan dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan," imbuhnya.
Marudut berharap para pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
"Kami berharap para pelaku bisa segera ditangkap apalagi beredar info salah seorang pelaku ini sudah sering membuat resah," tutupnya. (*)