Kuliner Lebaran

Serupa Tapi Tak Sama, Apa Bedanya Ketupat, Lontong dan Buras?

- Minggu, 09 Juni 2019 10:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2019/06/577_Serupa-Tapi-Tak-Sama--Apa-Bedanya-Ketupat--Lontong-dan-Buras-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
Saat Lebaran, sayur bersantan dengan paduan ayam dan daging sapi jadi suguhan. Dilengkapi dengan ketupat, buras atau lontong.

Baik ketupat, lontong dan buras sama-sama dibungkus dengan daun dan dibuat dari beras. Meski terlihat sama, namun ketiganya dibuat dengan cara yang berbeda dan disajikan dengan masakan khas.

Buras atau burasa dan lontong sama-sama dibuat dengan lapisan daun pisang. Sedangkan ketupat dibuat dengan daun kelapa muda yang sudah dianyam. Tentunya dari segi rasa dan aroma berbeda.

Berikut ini beberapa perbedaan antara ketupat, lontong dan buras.

1. Lontong

Lontong dibuat dari beras setengah matang alias beras yang sudah diaron atau beras mentah. Beras setengah jadi ini dibungkus daun pisang berbentuk silinder atau tabung. Kemudian ujung atas dan bawah disemat lidi.

Lontong sering disajikan oleh orang di Pulau Jawa. Sering dijadikan sebagai pengganti nasi. Di Indonesia lontong ada dua macam yaitu lontong polos dan lontong isi.

Lontong berisi potongan sayuran dan oncom enak disantap bersama dengan makanan lain. Sebenarnya lontong isi adalah arem-arem dalam kuliner Jawa.

Lontong polos biasanya disajikan dengan sayur gurih karena rasanya tawar. Bagian luar lontong berwarna kehijauan karena terkena warna daun pisang yang jadi bungkusnya.

2. Buras

Buras atau burasa bentuknya tidak jauh berbeda dengan lontong. Sama-sama dibuat dengan beras yang sudah diaron dan dikukus dengan balutan daun pisang.

Yang membedakannya adalah proses pembuatan buras diawali dengan beras direbus setengah matang dengan campuran santan dan sedikit kelapa parut dan garam sehingga rasanya lebih gurih.

Aronan nasi gurih kemudian dibungkus daun pisang seperti kue pisang. Lalu dua bungkus diletakkan berpunggungan lipatannya dan diikat dengan tali baru direbus hingga matang.

3. Ketupat

Dibandingkan dengan lontong dan buras, ketupatlah yang paling berbeda. Ketupat tidak dibungkus dengan daun pisang, melainkan daun kelapa muda. Sebelum dimasukkan beras, ketupat juga dianyam.

Beras dicuci dan kemudian langsung dimasukkan ke dalam anyaman janur dan direbus dalam selama 2-4 jam hingga beras matang dan empuk.

4. Penyajian

Lontong biasanya disajikan dengan makanan yang identik berasal dari Jawa. Seperti opor ayam, soto hingga sayur gurih. Sedangkan buras selalu disajikan dengan hidangan Lebaran khas Makassar yaitu coto Makassar dan kaledo.

Ketupat memiliki tekstur yang lebih padat namun empuk. Ketupat sangat cocok dipadu bersama dengan rendang, sayur gurih dan gulai. (detikFood/f)

Berita Terkait

Kuliner

Seribuan Kaum Dhuafa Padati Rumah Dinas Wali Kota Medan

Kuliner

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Disebut Tak Terlihat di Rutan, Ini Kata KPK

Kuliner

Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Ditunda

Kuliner

Perkuat Toleransi, BKAG Padangsidimpuan Kunjungi Wali Kota di Hari Idulfitri

Kuliner

Pererat Silaturahmi Antar Kepala Daerah, Wali Kota Medan Hadiri Open House Idulfitri Gubsu

Kuliner

Gubernur Sumut Bobby Nasution Salat Idulfitri 1447 H Bersama Ribuan Masyarakat di Sergai