Medan (SIB)- Bumbu Pecal Balqis Nabila Lubis, mungkin belum begitu familiar dengan kuliner yang satu ini. Tapi produk hasil olahan ibu 6 anak ini sudah sampai ke Thailand dan Arab Saudi.
Bagaimana bisa ? Hamida Lubis, yang bekerja sehari-hari sebagai pedagang bumbu pecal menuturkan, orang-orang yang ingin pergi umroh ke tanah suci biasanya membawa makanan yang sesuai dengan lidah orang Indonesia. “Salah satunya ya bumbu pecalâ€, ujarnya.
Dia menerangkan bumbu pecal buatannya tersebut dibawa karena tidak semua orang Indonesia, khususnya orang Sumut memiliki selera yang cocok dengan masakan di negeri Gurun Pasir tersebut, sehingga calon jemaah umroh biasanya berinisiatif membekali dirinya dengan masakan citarasa Indonesia.
“Mereka yang umroh membawa bumbu pecal ini sebagai bontot, karena bumbu pecal ini tahan lama dan tampa pengawet, tanpa disimpan di kulkas bisa tahan 1 bulan dan dengan kulkas bisa bertahan 6 bulan ,†ujarnya kepada SIB.
Cara penggunaan bumbu pecal tersebut, menurutnya, bisa digunakan sebagai kuah, dengan cara hanya merendamnya dengan air panas. Misalnya, jika kita ingin membuat pecal gado-gado, lontong atau jenis makanan lainnya yang membutuhkan kuah. Sehingga para pembeli tidak lagi repot menggiling kacang, bawang , garam, gula merah dan asam jawa. “Jadi dengan membeli bumbu pecal ini mereka lebih praktisâ€, ungkapnya.
Selain orang yang berangkat ke Arab Saudi, orang yang ingin pergi ke Thailand juga melakukan hal yang sama. Pasalnya masakan Thailand terkadang tidak sesuai dengan selera orang Indonesia. Jadi orang-yang melancong ke sana membeli bumbu pecalnya untuk penambah selera makanan mereka.
Karena citarasa bumbu pecal Balqis yang khas tersebut, saat ini dia memiliki pelanggan tetap dari Meulaboh dan pengusaha restoran apung dari Kalimantan . “Masing-masing 25 Kg sekali pesan selama dua minggu untuk mereka,†ujarnya.
Untuk harga, dia membanderol bumbu pecal dengan ukuran 1 Kg seharga Rp 70 ribu, untuk setengah kilo Rp 35 ribu dan seperempat kilo Rp 18 ribu.
Usaha bumbu pecal Nabila Balqis ini terletak di Jalan Tengku Chik Di Tiro Medan. Di ruko berukuran 4x5 meter tersebut, selain menjual bumbu pecal juga menjual berbagai makanan lainnya seperti kentang sambal, teri kentang tempe kacang dan serundeng. Ada juga lontong batang dan rendang. Untuk lontong batang harganya Rp 6 ribu.
“Lumayan lah dari bisnis ini saya sudah umroh ke tanah suci,†ucap ibu 6 anak ini. (DIK-DH/c)