Kolaborasi Sendratari Yunani-Bali Pukau Penonton di London

- Sabtu, 05 Maret 2016 17:49 WIB
London (SIB)- Kolaborasi pementasan seni drama dan tari yang menggabungkan unsur Yunani dan Bali dalam "Hippolytus" berhasil memukau penonton yang memadati gedung teater The Cockpit, London, Inggris. Hippolytus merupakan pertunjukan drama tari yang berkisah tentang ketulusan, gairah, dan pengkhianatan, demikian pengamat tarian yang juga penari dan bintang film Siti, Sekar Sari, kepada Antara di London, Minggu (28/2). Di awal pertunjukan sejumlah banten atau sesajen khas Bali yang dibawa lantas diletakkan di depan pot batu besar khas Yunani. Musik gamelan Bali ditabuh, rancaknya nada kecak juga dihentakkan, diikuti oleh nyanyian dengan lirik Europides berbahasa Yunani. Seorang narator hadir di panggung membacakan plot dan memperkenalkan sejumlah karakter dari dongeng Yunani. Para pemeran menggerakkan badannya dan masing-masing memiliki gestur yang berbeda-beda sesuai karakternya. Para pemerannya menggunakan topeng Bali dan gestur geraknya berakar dari tari Bali serta Jaipong. Pertunjukan yang berlangsung selama 90 menit tersebut mendapat apresiasi yang hangat dari penonton, terlebih setelah pertunjukan digelar juga diskusi dengan Direktur MJ Coldiron dan Ethnographer Felicia Hughes-Freeland. Banyak pertanyaan kritis dari penonton tentang bagaimana proses mempertemukan kedua budaya ini. "Bagian favorit saya adalah kreasi kostumnya ketika aktivitas belakang panggung dihadirkan di panggung," ujar Sekar Sari yang tengah menyelesaikan studi tentang tari di Universitas of Roehampton, London. Dikatakan hal yang menarik adalah kostum pemainnya menggunakan kain putih yang dililit khas Yunani dengan jubah atau luaran berbahan dasar kain Indonesia, seperti batik dan ikat. Perpaduannya pas seolah menjadi definisi sajian baru yang utuh, bukan Yunani sendiri, Bali sendiri, ujar gadis belia ini. Dalam pergantian antaradegan, para penari berganti pakaian dan memasang topeng di panggung. Ketika usai memerankan karakter dia meletakkan kostum dan topeng di mankin dan duduk di samping panggung menunggu giliran untuk tampil lagi. Adegan tersebut biasanya di balik layar. Tapi proses itu bisa dinikmati oleh penonton di hadapan panggung. Saya paling suka bagian tersebut, demikian Sekar Sari. (Ant/f)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin

Lembaran Budaya

Polsek Tanahjawa Cari Keluarga Nenek Tanpa Identitas di Simalungun

Lembaran Budaya

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan dalam Kontainer di Medan Denai

Lembaran Budaya

Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Tangkap 2 Pengedar Sabu di Bilah Barat, Satu Warga Riau