Mempertanyakan Asal Usul Ono Niha

* Oleh Aam K. Zebua
- Sabtu, 14 Mei 2016 14:44 WIB
Sejak beberapa tahun terakhir ini, asal-usul orang Nias (Ono Niha) mulai banyak diperbincangkan. Beberapa orang ahli/pakar di bidangnya masing-masing telah pula memaparkan hasil penelitiannya.Baru-baru ini, seorang ahli genetika bernama Heoven melakukan penelitian dengan mengambil sample DNA  duaratusan orang Nias   dengan kesimpulan bahwa DNA orang Nias hampir sama dengan DNA orang Taiwan. Ia puni menyatakan bahwa orang Nias berasal dari Taiwan yang juga diperlihatkan oleh penampilan morfologis orang Nias yang mirip/serupa dengan orang Taiwan yakni bermata sipit, berambut lurus, dan kulit putih.Namun, di masa yang lalu ada dua orang ilmuwan/pakar  antrophologi-budaya Indonesia, yaitu Prof Usman Pelly  (Unimed) dan alm Prof Umar Kayam (UGM Yogyakarta)  yang pernah menyatakan bahwa nenek-moyang suku Nias berasal dari daerah Yunan-negeri Tibet, Negara Cina/Tiongkok bagian Selatan disebabkan antara-lain ; 1.    Benda-benda  kebudayaan suku Nias pada masa lampau seperti; patung-patung maupun artefak-artefak budaya  mirip dengan benda-benda budaya yang ditemukan di daerah Yunan.2.    Ada kata-kata dalam Bahasa  Nias yang juga dipakai di daerah Yunan misalnya : Gomo, Nou, dan sebagainya.3.    Ada kesamaaan ciri morfologis Ono Niha dengan orang-orang di daerah Yunan yakni  mata sipit, rambut lurus, kulit kuning langsat atau putih.4.    Kesamaan ciri adat istiadat maupun warna budaya yang digunakan didominasi warna merah, kuning maupun hitam seperti pakaian adat  Nias .Sedangkan beberapa  budayawan di Nias mengakui bahwa asal-usul suku Nias adalah dari daerah Gomo, yaitu salah satu wilayah kecamatan yang termasuk ke dalam Kabupaten Nias Selatan (Nisel) pada saat ini. Namun umumnya tidak memerinci lebih mendalam lagi darimana asalnya Ono Niha yang pertamakali berada di daerah Gomo tersebut. Dari analisa budaya P Johannes M Hammerle OFM Cap di Museum Pusaka Nias-Jalan Yossudarso di Gunungsitoli , bahwa Ono Niha di Gomo berasal dari keturunan Raja Sirao yang merupakan raja pertama nenek-moyang Ono Niha di Kerajaan Teteholi Ana"a. Raja Sirao memiliki tiga permaisuri dan memiliki keturunan 9 anak serta masing-masing anak menurunkan Marga/Mado di Nias yang diperkirakan saat ini telah mencapai lebih dari 100 Marga/Mado.Kerajaan Teteholi Ana"a selanjutnya dipersepsikan sebagai rahim seorang ibu. Maka di dalam peradaban kehidupan manusia di bumi ini, ada 5 "jembatan kehidupan" yang dipilih untuk dilewatinya yaitu :1.    Jembatan terpendek : Keputus Asaan2.    Jembatan terpanjang : Pengharapan 3.    Jembatan terkuat   : Iman 4.    Jembatan termahal : Pengorbanan5.    Dan Jembatan terindah : KasihAgaknya, tidaklah dapat dipastikan asal usul Ono Niha karena hal tersebut tidaklah terlalu penting ketimbang membangun Tano-Niha menurut konsep "DATAHAOGO BANUADA". Yaahowu ! (r)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Wanita Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Medan Sunggal

Lembaran Budaya

Dua Oknum Kepling di Medan Barat Terseret Kasus Narkoba, Anggota DPRD Minta Pemko Bertindak

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin