Remaja 15 Tahun Temukan Kota Bangsa Maya yang Hilang

- Sabtu, 21 Mei 2016 14:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun menemukan Kota Bangsa Maya yang hilang menggunakan foto satelit dan astronomi Bangsa Maya.Bocah tersebut bernama William Gadoury dan berasal dari  Quebec. Ia berteori bahwa peradaban Maya memilih lokasi kota-kota mereka sesuai dengan konstelasi bintangnya.William menemukan kota Maya segaris dengan bintang di rasi bintang utama peradaban. Setelah mempelajari peta bintang lebih jauh, William menemukan satu kota yang telah hilang dari rasi tiga bintang.Menggunakan citra satelit yang disediakan oleh Badan Antariksa Kanada yang kemudian dipetakan ke Google Earth, ia menemukan kota di lokasi yang ditunjukkan oleh bintang ketiga dari rasi tersebut.William telah memberi nama kota yang belum dieksplorasi di hutan Yukatan ini dengan nama Kaak Chi, atau Mulut Api.Daniel De Lisle, dari Badan Antariksa Kanada mengatakan bahwa area tersebut sulit diteliti karena memiliki vegetasi padat. Meski begitu, pemindaian satelit terhadap area tersebut menemukan fitur linear yang terjebak."Ada fitur-fitur linear yang mengindikasikan bahwa ada sesuatu di bawah hutan kanopi besar ini," ujar Daniel kepada The Independent."Terdapat cukup banyak benda-benda yang menunjukkan bahwa itu merupakan struktur buatan manusia," sambungnya.Armand La Rocque, seorang doktor dari University of New Brunswick mengatakan bahwa salah satu gambar menunjukkan jaringan jalan dalan kotak besar yang bisa jadi merupakan pyramid."Bentuk Kotak tidak alami, struktur semacam itu kebanyakan buatan dan hampir tidak dapat dikaitkan dengan fenomena alam," kata La Rocque."Bila semua digabungkan, kita memiliki banyak petunjuk bahwa mungkin ada kota Maya di area tersebut," tambahnya.La Roque mengungkapkan bahwa temuan William ini dapat mengarahkan para arkeolog untuk menemukan kota-kota Maya lain menggunakan teknik serupa.Penemuan William akan diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan ia akan mempresentasikan hasil temuannya di Brazil's International Science fair tahun 2017 mendatang. (Geographicnational/h)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin

Lembaran Budaya

Polsek Tanahjawa Cari Keluarga Nenek Tanpa Identitas di Simalungun

Lembaran Budaya

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan dalam Kontainer di Medan Denai